23.8 C
Bandar Lampung
Minggu 31 Mei, 2020 04:55 WIB
Beranda POLITIK Polisi Selidiki Penyebaran Berita Hoaks Puan Oleh Petinggi Golkar Pesawaran

Polisi Selidiki Penyebaran Berita Hoaks Puan Oleh Petinggi Golkar Pesawaran

Ketua DPC PDIP Kabupaten Pesawaran M. Nasir mengatakan kepolisian akan segera menentukan tersangka terkait dugaan penyebaran berita hoaks oleh seorang kader Partai Golkar Kabupaten Pesawaran.

M. Nasir mengatakan hal tersebut kepada Rama Diansyah dari Kantor Berita RMOLLampung yang bertugas di Kabupaten Pesawaran, Kamis (21/5).

“Kami telah berkomunikasi dengan pihak kepolisian, baik Polda Lampung maupun Polres Pesawaran, permasalahan ini bisa lapor bisa tapi juga tidak,” katanya.

Alasan pihak kepolisian, kasus ini sifatnya penghinaan terhadap simbol negara, bukan delik aduan. “Ibu Puan itu salah satu simbol negara, ketua DPR,” ujarnya.

“Pihak kepolisian sudah merespon, mereka sudah jalan, dalam waktu dekat sudah akan menentukan siapa-siapa yang bersalah,” tambahnya.

Nasir juga mengungkapkan permasalahan tersebut jelas sangat merugikan dirinya secara pribadi dan juga partai PDIP secara umum.

Ia beranggapan hoaks yang disebarkan tersebut sengaja dilakukan untuk menjatuhkan kredibilitas dirinya dan juga partai.

“Ini tidak bisa dibiarkan, secara pribadi memang kami sudah memaafkan, tapi proses hukum ya harus tetap jalan,” ujar M. Nasir.

Apalagi, katanya, dengan beredarnya berita itu seperti sengaja ingin membuat nama PDIP buruk di tengah masyarakat.

Jelas-jelas ideologi PDI sama dengan Indonesia, Pancasila, sudah final tinggal kita jalankan secara murni dan konsekuen,” tutupnya.

Sebelumnya, salah satu petinggi Partai Golkar Kabupaten Pesawaran, Rudi Iskandarsyah telah mempostinh screenshot berita hoaks Puan Maharani di Grup WA Berita Pesawaran Hari.

Dalam tangkapan layar tersebut,  judul tulisannya memojokkan Puan Maharani seolah-olah petinggi PDIP itu meminta agar pendidikan Agama Islam harus dihapuskan.

Sontak saja postingan dari wakil ketua Golkar Pesawaran itu mendapatkan banyak respon negatif dari para peserta grup tersebut.

Sementara itu, alasan Rudi, dia membagikan gambar dan informasi tersebut untuk meminta kepastian dari para peserta yang berada dalam grup WA tersebut apakah itu hoaks atau tidak.

“Kita di Grup WA Berita Pesawaran Hari Ini adalah keluarga besar. Dan, saya mendapatkannya dari grup lain dengan tujuan meminta kejelasan dan cek kebenaran apakah informasi itu hoaks atau seperti apa,” ujar Rudi.

Dia secara pribadi dan selaku pengurus Partai Golkar Kabupaten Pesawaran meminta maaf atas tindakan membagikan informasi tersebut.

“Kita tidak ada niat buruk dan provokasi, namanya di grup dan saya sudah minta maaf semua di dalam grup whatsApp tersebut. Dan secara pribadi juga saya meminta maaf,” katanya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Organisasi Pers Desak Kapekon Sukaraja Minta Maaf, Atau Mundur!

 Dugaan pelecehan terhadap media online oleh Boymin selaku Kepala Pekon (Kapekon) Sukaraja Kecamatan Semaka, menuai kecaman beberapa organisasi...

“Garang” Di Medsos, Abu Janda Tak Muncul Dipanggil Bareskrim

Permadi Arya atau Abu Janda mungkin hanya kelihatan garang di sosial media. Dipanggil Bareskrim Polri terkait ujaran kebencian dan penistaan agama, batang hidungnya tak...

Rumah Ibadah Boleh Dibuka Di Masa New Normal Versi Kemenag

 Rencana pemerintah pusat untuk mengembalikan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat kembali normal dalam bingkai tatanan kehidupan baru atau...

New Normal Atau Norma Baru?

Oleh Dr. Andi Desfiandi, SE,. MA PEMERINTAH merencanakan penerapan new normal atau "kenormalan baru", yakni "pelonggaran" daerah zona hijau dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Secara bertahap...
Translate »