Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Hedi Susianto/Net

Polres Metro Jakarta Utara merilis merek ponsel yang dirakit pabrik ilegal di Ruko Toho, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Hedi Susianto menyebutkan, merek ponsel yang diproduksi pabrik tersebut adalah Prime dengan dua jenis yang berbeda.

“HP yang dia rakit sendiri merek Prime 9 maupun 9+,” kata Budhi di kantornya, Selasa (3/12).

Ponsel tersebut didesain seperti ponsel-ponsel mainstream yang sedang tren saat ini. Tak hanya bentuk batangan ponsel, kotaknya pun terbilang meniru.

Ponsel merek Prime ini dirakit dari sparepart yang diimpor langsung oleh tersangka NG dari negeri China. Proses produksinya pun cenderung serampangan, karena dikerjakan oleh orang-orang yang tidak memiliki keahlian di bidang tersebut.

Terhadap NG dikenakan beberapa pasal, yaitu Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, pasal 32 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, serta Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Sebelumnya, polisi menggerebek produsen ponsel ilegal di Komplek Ruko Toho, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin kemarin. Pengungkapan itu berawal dari kecurigaan polisi akan seringnya aktivitas bongkar muat ponsel di lokasi tersebut. Unit Krimsus Polres Metro Jakarta Utara pun menyelidiki mengenai aktivitas di ruko tersebut.

Setelah dua minggu, polisi lantas menggeledah tempat tersebut.

“Setelah kami lakukan penggeledahan, ternyata betul ada aktivitas perakitan HP dan setelah kami cek, perizinannya ternyata yang bersangkutan tidak memiliki postel,” kata Budhi.

Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan 18.000 unit ponsel ilegal dengan 17 jenis yang berbeda.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here