Polisi Gagalkan Tawuran Antar Pelajar Di Bandar Lampung

Polisi Gagalkan Tawuran Antar Pelajar Di Bandar Lampung
Kapolsek Sukarame, Kompol H.D. Pandiangan/Robin

Article Header Image Aksi tawuran antar pelajar di Bandar Lampung berhasil digagalkan Unit Respons Cepat (URC) Polsek Sukarame. Enam pelajar diamankan polisi, termasuk seorang remaja yang kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit.

Keenam pelajar tersebut diamankan setelah polisi bergerak cepat menyergap kelompok mereka di Lapangan Waydadi.

Kapolsek Sukarame, Kompol H.D. Pandiangan, mengatakan pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat mengenai sekelompok pelajar yang diduga hendak melakukan tawuran sekitar pukul 19.15 WIB.

Mendapat informasi tersebut, Pandiangan langsung mengerahkan anggotanya untuk melakukan penyergapan di lokasi yang diduga menjadi titik kumpul kelompok pelajar tersebut.

"Dengan gerak cepat, saya kumpulkan anggota dan memimpin langsung penyergapan. Di lapangan, kami berhasil mengamankan empat orang beserta kendaraannya," ujar Pandiangan, Sabtu 10 Oktober 2026.

Saat diperiksa, polisi mengetahui beberapa rekan mereka sempat melarikan diri. Petugas kemudian melakukan pengembangan hingga berhasil menangkap seorang remaja berinisial RH, berusia 17 tahun 6 bulan, di kawasan Way Kandis.

Dari tangan RH, polisi mengamankan senjata tajam jenis celurit yang diduga akan digunakan untuk tawuran.

Penyelidikan berlanjut dengan menelusuri grup media sosial Instagram yang diduga menjadi sarana komunikasi kelompok tersebut. 

Polisi kemudian mengamankan pelajar lainnya sehingga total enam orang berhasil dibawa ke Mapolsek Sukarame.

Petugas juga sempat mengejar seorang remaja lain yang diinformasikan membawa gear ke kawasan Way Halim. Namun, remaja tersebut berhasil melarikan diri.

Pandiangan menegaskan, polisi tidak akan tinggal diam menghadapi aksi tawuran yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa. 

Terlebih, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kelompok tersebut diduga telah merencanakan tawuran dengan salah satu SMK swasta di kawasan Sukamenanti.

Rencana bentrokan itu disebut akan berlangsung di wilayah Tanjung Senang dan Labuhan Ratu. Namun, polisi berhasil menggagalkannya sebelum aksi terjadi.

"Motifnya sebenarnya sepele. Mereka ini melakukan siaran langsung di TikTok dan bangga tawuran. Pola pikir seperti ini yang harus kita ubah," tegasnya.

Terkait penanganan enam pelajar tersebut, polisi akan berkoordinasi dengan pihak sekolah, Dinas Pendidikan, pengurus lingkungan, serta orang tua untuk memberikan pembinaan dan membuat surat pernyataan.

Namun, khusus pelajar yang membawa celurit, polisi memastikan proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan melalui sistem peradilan pidana anak.

"Untuk yang membawa senjata tajam, tetap kita proses sesuai hukum yang berlaku dengan sistem peradilan anak. Penanganannya akan dilakukan Unit PPA Polresta Bandar Lampung," jelasnya.

Ia menambahkan, tindakan tegas diperlukan untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah pelajar lainnya terlibat dalam aksi serupa.

Pandiangan mengungkapkan, pihaknya sebelumnya juga menangani kasus tawuran yang melibatkan pelaku berusia di atas 18 tahun. 

Dalam peristiwa tersebut, korban yang masih di bawah umur mengalami luka serius akibat sabetan celurit di bagian kepala dan tangannya nyaris putus.

Perkara tersebut kini telah memasuki tahap dua atau pelimpahan tersangka dan barang bukti kepada jaksa penuntut umum.

Menurutnya, kejadian itu seharusnya menjadi pelajaran bagi para pelajar agar tidak menjadikan tawuran sebagai ajang kebanggaan, apalagi demi konten media sosial.

Untuk mencegah aksi serupa, Polsek Sukarame mengaku rutin mendatangi sekolah-sekolah tingkat SMP, SMA, dan SMK di wilayah hukumnya yang meliputi Kecamatan Sukarame, Sukabumi, dan Way Halim.

"Kami mengimbau seluruh pelajar untuk berhenti tawuran. Jangan sampai menjadi korban luka, kehilangan nyawa, atau justru harus berhadapan dengan proses hukum. Jika ditemukan pelanggaran, akan kami tindaklanjuti sesuai aturan," pungkasnya. Article Image

Editor : Tuti Nur Khomariyah

Kata Kunci


Berita Terkait