Kapolsek Talangpadang Iptu Khairul Yassin Ariga dan jajaran saat ungkap kasus uang palsu/Istimewa

Akbar Mukurobin (22) warga Pekon Tekad Kecamatan Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus, ditangkap Polsek Talangpadang karena membeli handphone (HP) menggunakan uang palsu.

Selain menangkap Akbar, petugas juga menangkap Erik Setiawan alias Wawan (27), juga warga Pekon Tekad sebagai penyedia sekaligus pembuat uang palsu menggunakan alat printer scanner.

Kapolsek Talangpadang Iptu Khairul Yassin Ariga, mengatakan pengungkapan bermula, pihaknya menerima laporan penipuan jual beli handphone melalui media sosial facebook.

Transaksi bayar di tempat (COD) berupa HP Oppo A37 milik korban M. Yogi (22) warga Pekon Luah Kecamatan Talang Padang yang terjadi pada Kamis, 6 Februari 2020 dibayar oleh Akbar Mukorobin menggunakan uang palsu.

Lantas, setelah tersangka pergi, korban menyadari itu merupakan uang palsu. Sehingga merasa dirugikan dan melapor ke Polsek Talangpadang karena mengalami kerugian senilai Rp 600 ribu.

“Berdasarkan penyelidikan laporan tersebut, tersangka pengedar sekaligus pembuat uang palsunya tadi malam Senin (10/2/20) pukul 22.00 Wib,” kata Iptu Khairul Yassin mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, Selasa (11/2).

Menurut Iptu Khairul Yassin, dari tangan Akbar Mukorobin, petugas mengamankan 4 lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu dan satu Handphone Oppo A37.

Kemudian dari Erik Setiawan diamankan 77 lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu, alat pencetak uang palsu berupa satu unit printer scan, bahkan satu plastik klip beriai sabu, alat hisap sabu (bong).

“Saat ini seluruh barang bukti masih diamankan di Polsek Talangpadang. Kami juga telah berkoordinasi dengan Polres Tanggamus atas penemuan sabu di rumah Erik Setiawan,” ujarnya.

Iptu Khairul menjelaskan, kronologis kejadian berawal dari pelaku memposting di facebook atas nama Andre, “dana 600 cari hp yang noken’. Dan korban memberi komen postingan tersebut dengan cara menawarkan handphone miliknya dan melakukan chat messengger mengajak bayar ditempat dan bertemu.

Lantas, korban dan tersangka, kemudian bertemu Kamis tanggal 06 Februari 2020 pukul 20.00 Wib di depan halaman masjid Bhaitur’ahman Pekon Talangpadang. Korban memberikan handphone dan menerima uang dari tersangka Rp 600 ribu pecahan Rp 50 ribu.

“Usai transaksi tersangka pergi meninggalkan korban, dan setibanya di rumah, korban memeriksa uang tersebut ternyata semua uang tersebut palsu,” jelasnya.

Ditambahkannya, untuk proses penyidikan, kedepannya kedua tersangka dilimpahkan ke Polres Tanggamus. “Proses penyidikan uang palsu dan narkoba akan dilimpahkan ke Polres Tanggamus,” imbuhnya.

Atas perbuatannya menyimpan dan mengedarkan atau membelanjakan uang kertas yang diketahuinya palsu, kedua pelaku dipersangkakan pasal 36 ayat (2) dan (3) UU RI Nomor 07 tahun 2011 tentang Mata Uang.

“Adapun Ancaman hukumannya yakni 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here