Polisi Bandara Soetta Tunggu Persetujuan Gubernur Riau untuk Usut Dugaan Penganiayaan Anggota DPRD

Polisi Bandara Soetta Tunggu Persetujuan Gubernur Riau untuk Usut Dugaan Penganiayaan Anggota DPRD
Ilustrasi/net

Article Header Image Penyelidikan dugaan penganiayaan terhadap anggota DPRD Kota Pekanbaru berinisial F oleh sesama anggota dewan berinisial Z di Terminal 3 Domestik Bandara Soekarno-Hatta masih terkendala proses administrasi perizinan.

Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta telah mengirimkan surat permohonan izin atau persetujuan tertulis kepada Gubernur Riau untuk meminta klarifikasi terhadap anggota DPRD yang terlibat. Hingga Jumat malam (23/10/2026), polisi masih menunggu jawaban dari pemerintah provinsi.

Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Muhammad Esha, mengatakan penyidik terus berkoordinasi dengan Biro Hukum Pemerintah Provinsi Riau dan pengawasan penyidikan guna memastikan tahapan hukum berjalan sesuai ketentuan.

“Sekarang kami masih menunggu jawaban. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pengawasan penyidikan dan Biro Hukum Gubernur Riau,” ujar Esha dalam keterangan resmi yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Esha menegaskan, penanganan perkara tersebut dilakukan berdasarkan laporan polisi dan tidak berkaitan dengan kepentingan politik pihak mana pun.

“Dalam menyelidiki kasus ini, penyidik mengedepankan profesionalisme,” katanya.

Menurut Esha, polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan mengecek rekaman kamera pengawas atau CCTV di lokasi kejadian. Penyidik juga menindaklanjuti laporan yang disampaikan F pada 10 Agustus 2026.

“Pelapor (F) datang untuk membuat laporan, ya kami tindak lanjuti. Kami menjalankan tugas sebagai penegak hukum dan tidak ada urusan dengan kepentingan politik,” tuturnya.

Dugaan penganiayaan itu tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/81/VIII/2026/SPKT/Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta/Polda Metro Jaya.

Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di Terminal 3 Domestik Bandara Soekarno-Hatta.

Saat itu, F dan Z bertemu di bandara ketika hendak kembali ke Pekanbaru setelah rombongan anggota DPRD berkonsultasi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Dalam kejadian tersebut, Z diduga mendorong F hingga hampir terjatuh dan mencekiknya. Insiden itu disebut sempat dilerai oleh dua anggota DPRD lainnya, yakni Rois dan Victor Parulian.

Polisi masih melanjutkan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dan bukti yang diperlukan. Perkembangan penanganan perkara selanjutnya menunggu proses koordinasi terkait permohonan persetujuan tertulis kepada Gubernur Riau. Article Image

Editor : Tuti Nur Khomariyah

Kata Kunci


Berita Terkait