Petir hingga Dugaan Kelelawar, Bahlil Ungkap Tiga Pemicu Blackout Batam

Petir hingga Dugaan Kelelawar, Bahlil Ungkap Tiga Pemicu Blackout Batam
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia/RMOL

Article Header Image Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap sejumlah dugaan penyebab pemadaman listrik total atau blackout yang melanda Batam, Kepulauan Riau. Gangguan tersebut diduga dipicu persoalan teknis pada jaringan listrik, sambaran petir, hingga hewan yang tersangkut jaringan.

Bahlil yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi menyampaikan hal itu usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026.

Berdasarkan laporan awal yang diterimanya, terdapat tiga persoalan teknis yang diduga berkaitan dengan gangguan pasokan listrik di Batam. Namun, penyebab tersebut masih merujuk pada informasi awal dari pihak terkait.

"Iya, ada beberapa persoalan teknis di wilayah Batang itu, Batam ya, Batam. Batam dan ada beberapa jaringan yang kena trouble karena ada petir dan menurut mereka ya. Dan ada kesalahan teknis lah, kira-kira begitu," kata Bahlil.

Ia juga menyebut adanya dugaan hewan yang terkena jaringan listrik sebagai salah satu faktor pemicu gangguan.

"Teknisnya itu ada tiga, salah satu di antaranya adalah katanya ada hewan atau apa yang kena kelelawar atau apa, kira-kira begitu ya," ujarnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Bahlil menekankan pentingnya evaluasi dan pembenahan sistem kelistrikan agar gangguan serupa tidak kembali menghambat pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, perbaikan perlu dilakukan secara lebih intensif untuk meningkatkan keandalan jaringan dan kualitas pasokan listrik di berbagai daerah.

“Perbaikan yang lebih intensif lagi. Agar bisa kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk rakyat,” tuturnya.

Sementara itu, terkait kemungkinan pemberian kompensasi kepada pelanggan yang terdampak pemadaman, Bahlil mengatakan akan terlebih dahulu membicarakannya dengan PT PLN (Persero).

Ia menilai PLN memiliki pemahaman paling mendalam mengenai persoalan teknis dan pelaksanaan operasional kelistrikan di lapangan.

“Saya nanti akan bicarakan terlebih dahulu dengan teman-teman dari PLN. Karena PLN yang paling tahu secara teknis implementasi di lapangan ya,” pungkasnya. Article Image

Editor : Tuti Nur Khomariyah

Kata Kunci


Berita Terkait