23.3 C
Bandar Lampung
Sabtu 6 Juni, 2020 02:53 WIB
Beranda PARIWISATA Pesan "Raja Pariwisata Indonesia" Untuk Lampung

Pesan “Raja Pariwisata Indonesia” Untuk Lampung

Kerlap-kerlip perahu nelayan Teluk Lampung seakan ikut menyambut kedatangan “Raja Pariwisata Indonesia”, Johnnie Sugiarto ke Lampung, Jumat malam (6/3).

Dari Puncak Mas, CEO EL John Indonesia itu makan malam sambil menikmati genitnya kerlap-kerlip Kota Bandarlampung dari ketinggian kawasan wisata di Sukadanaham itu.

Hadir menemani “Sang Raja Pariwisata Indonesia” itu Kabidhumas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si serta Evi dan Meli dari Dinas Pariwisata Lampung.

Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si. menyimak penjelasan “Raja Pariwisata Indonesia”, Johnnie Sugiarto di Puncak Mas/RMOLLampung

Usai makan malam, Wakil Ketua DPP Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Johnnie Sugiarto “membisikan” pesan-pesan untuk kemajuan pariwisata Lampung.

Menurut dia, pariwisata Lampung memiliki kelebihan alamnya yang luar biasa. Hanya, SDM dan aksesibilitasnya dari satu destinasi ke destinasi lain yang masih perlu dibenahi, katanya.

“Selain itu, Lampung perlu promosi lebih kuat lagi agar semakin banyak wisatawan yang datang,” ujar penerima penghargaan atas keberhasilannya membangun usaha pariwisata dari Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Menurut CEO Kontes Putri Pariwisata Indonesia itu, Lampung itu dekat tapi jauh. Sebagian besar wisatawan dari Jakarta masih banyak memilih berlibur ke Puncak atau Kota Bandung.

Johnnie Sugiarto dan kawan-kawan di Hotel Sheraton/RMOLLampung

Kenapa? Johnnie Sugiarto melihat para wisatawan lokal asal Jakarta bisa menikmati pemandangan sepanjang perjalanan menuju Puncak atau Kota Bandung.

Jangankan ke Lampung, ke Tanjung Lesung yang lebih dekat saja masih banyak yang enggan karena dalam perjalanan harus melewati kawasan pabrik dan gudang, ujarnya.

Pengusaha biro wisata yang juga pemilik resort dan hotel yang tersebar seluruh Indonesia itu mengatakan Pemprov Lampung seharusnya membidik wisawatan lokal.

Misalnya, satu wisatawan lokal saja yang berkunjung selama sehari seumur hidup ke satu destinasi, dia jamin hotel penuh dan ekonomi masyarakat ikut berputar.

Johnnie Sugiarto makan malam bersama di Puncak Mas/RMOLLampung

Menurut dia, jangan sampai, Pemprov Lampung menganggap ukuran kesuksesan pariwisata adalah kedatangan wisatawan asing ke berbagai destinasi wisata di Lampung.

Justru, wisatawan domestik yang lebih berani belanja ketimbang turis asing. Kelebihan lain wisatawan lokal lainnya, tak ada kendala budaya, ujar Johnnie Sugiarto kepada RMOLLampung.

“Wisatawan asing, 90 persen memperhitungkan budget karena mereka umunnya pekerja yang pengeluarannya sudah disiapkan jauh sebelumnya,” katanya.

Selain itu, karakteristik turis asing dibagi banyak segmen. Ada turis yang justru merahasiakan suatu destinasi wisata agar kealamiannya tetap terjaga.

Indahnya Lampung dari atas bukit diperlihatkan Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si. kepada “Raja Pariwisata Indonesia”, Johnnie Sugiarto di Puncak Mas/RMOLLampung

Akibat jumlah wisatawan asing yang datang sedikit, mereka tak  bisa mengangkat ekonomi rakyat sekitar kawasan wisata, kata praktisi wisata sejak tahun 1974.

Lampung, dengan jumlah penduduk hampir 10 juta jiwa, jika dikelola dengan baik, merupakan pasar luar biasa bagi industri pariwisata daerah ini, kata pria low profile tersebut.

Dia juga berpesan agar pemerintah daerah jeli menentukan kawasan-kawasan wisata mana saja yang hendak dijual mahal kepada wisatawan.

Jangan lupa, ada banyak kawasan-kawasan wisata yang dibuat untuk wisatawan domestik yang justru bisa meningkatkan perputaran uang di kawasan tersebut.

Tak kalah penting, promosi dan penyebaran informasi lewat digital, serta konsistensi penyelenggaraan even atau festival untuk menarik pengunjung.

Masih banyak yang hendak dikatakannya.

Namun, waktu terus merayap menyimak “bisikan” Johnnie Sugiarto untuk para pemangku kepentingan di Lampung.

Padahal, rasanya belum puas untuk mendengar lebih banyak kiat-kiat memajukan pariwisata daerah ini.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Bantuan PKH Dan BPNT Di Pekon Sukaraja Semaka Carut Marut

 Carut marut terjadi dalam penyaluran Bantuan Kesejahteraan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)...

Tak Ada Yang Gratis, Rapid Test Pelaku Perjalanan Dinas Dibayari Pemerintah

 Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, membenarkan rapid test harus bayar Rp 350 ribu. Ia...

Rapid Test Di Diskes Lampung Bayar Rp 350 Ribu

 Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Cabang Lampung yang juga wali santri, mengeluhkan biaya rapid test yang terlalu...

Gempa Tektonik 4,9 SR Di Lepas Pantai Kabupaten Pesisir Barat

Gempa tektonik berkekuatan 4,9 scala richter (SR) menggetarkan Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung,Jumat (5/6), pukul 11.04 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),...
Translate »