Sederet rumah panggung berjendela lebar dengan halaman berhiaskan aneka bunga telah menghadirkan kembali mimpi masa kecil indahnya pedesaan di Desa Gununggijul.

Aneka bunga, sayur, buah dalam pot termasuk strawberry tumbuh subur di halaman-halaman rumah warga di perkampungan yang dikelilingi gunung atau bukit.

Tim Djausal Centre tak mampu menampik undangan festival durian di desa nanpermai yang tersimpan di Abung Tengah, Kabupaten Lampung Utara itu, Sabtu (8/2).

Di desa ini, ada sembilan air terjun alam. Untuk sampai kawasan, ada petualangan sedikit dalam perjalanan yang tak semua jalannya mulus.

Desa Gununggijul bagian dari harta karun nuansa indahnya pedesaan yang tersembunyi seperti halnya tagline pariwisata Lampung: Lampung The Treasure of Sumatera.

Anshori dan Feri Ferdiansyah/Ist

Warganya yang berjumlah 275 KK dan 1.600 an jiwa cukup ramah menerima kedatangan tamu festival kedua durian di kawasan kaki TNBBS tersebut.

Kepada Desa Gununggijul Feri Ferdiansyah mengundang Djausal Centre seakan memberitahu bahwa desaku yang permai itu masih tersimpan di desanya.

Di Desa Gununggijul, kita masih bisa mendengar suara siamang, melihat beruang madu, trenggiling dan aneka burung langka.

Dalam catatan kaki undangannya, Feri Ferdiansyah minta para tamu datang tak membawa air kemasan.

Dia memohon tamu membawa tumbler agar tak mengotori lingkungan desanya. Dia tak menyediakan air minum kemasan.

Desa Gununggijul termasuk pemasok buah durian. Pada festival durian, dia minta biji durian tak buang agar bisa ditanam kembali.

Kadisporapar Kabupaten Lampung Utara Ilham Akbar datang bersama Ansyori Djausal Lampung dan Tim Djausal Centre untuk mencicipi durian sekaligus melihat indahnya pedesaan.

Menurut Feri, festival durian ini untuk mengenalkan sumber daya alam yang mampu menopang perekonomian masyarakat di desa setempat.

Ada 15 jenis buah durian yang ditampilkan pada festival yang semuanya merupakan buah lokal yang disiapkan oleh panitia untuk bisa dinikmati semua pengunjung.

Festival makin meriah dengan  hiburan senam mere, stan bazar UMKM yang disuguhkan untuk para pengunjung.

Fery Ferdiansyah mengatakan desanya penghasil durian lokal yang amat baik di Kabupaten Lampung Utara.

Ketika musim durian tiba, ekonomi masyarakat setempat meningkat dengan jumlah yang fantastis mencapai puluhan juta rupiah.

Ilham Akbar mengatakan Pemkab Lampung Utaea akan membangun jembatan sekaligus penataan sarana dan prasarana kebutuhan wisata yang ada di Gununggijul.

Dia berharap festival durian ini akan masuk kalendar wisata ditingkatkan dari desa hingga tingkat kabupaten maupun provinsi serta nasional dan akan didaftarkan ke Kementerian Pariwisata.

Cepi Refianhadi dan Levianti Mega optimistis Desa Gununggijul jadi kawasan wisata pedesaan nanasri.

Ada beberapa hal yang harus dikemas lagi, kata Tim Djausal Centre itu kepada Kantor Berita RMOLLampung, Minggu (9/2).

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here