23.8 C
Bandar Lampung
Jumat 5 Juni, 2020 23:49 WIB
Beranda KESEHATAN Perguruan Tinggi Ditantang Buktikan Kina Obat Corona

Perguruan Tinggi Ditantang Buktikan Kina Obat Corona

Kalangan perguruan tinggi ditantang untuk meriset bukti empirik kloroquin fosfat, yang banyak terkandung dalam tumbuhan kina memang dapat mencegah pertumbuhan dan memblokade virus corona atau Covid-19.

Hal ini terkait dari hasil studi lembaga riset di China dan Amerika Serikat yang menunjukan 100 orang terpapar virus corona di Wuhan bisa sembuh atau membaik.

“Jadi saya mengimbau universitas yang punya periset untuk segera, dalam masa urgensi ini, melakukan riset-riset yang praktis mengecek apakah yang disampaikan di China dan Amerika ini bisa kita jadikan sebagai upaya atau obat penyembuhan penyakit corona,” ucap Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, di Gedung Sate, Bandung, Kamis (12/3).

Emil, sapaan akrabnya, menyebut hasil penelitian di dua lembaga tersebut bahwa ekstrak kloroquin fosfat pada kina efektif menghambat pertumbuhan dan memblokade infeksi dari virus corona.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh periset Unpad, Profesor Keri Lestari. Kina selain sebagai obat malaria juga ampuh mengatasi penyebaran virus corona dalam tubuh manusia.

“Saya sudah berdiskusi dengan profesor Keri Lestari dari Unpad yang memang sudah meneliti terkait kloroquin fosfat ini,” lanjut Emil, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Pohon kina diketahui telah ditanam di Jawa Barat sejak zaman kolonial Belanda. Di antaranya di kawasan Jayagiri Lembang, Kabupaten Bandung Barat dengan ikonnya Taman Junghun, di Bukit Tunggul Cilengkrang sekitar 735 hektare, Pasirjambu Kabupaten Bandung, dan kawasan Subang. Saat ini kina dikelola dua institusi yakni PT Kimia Farma dan PTPN VIII.

“Kloroquin fosfat yang dalam bahasa awamnya adalah obat kina memang dari zaman kolonial ditanamnya di Jabar,” imbuhnya.

Terkait penemuan tersebut, Emil pun mengaku sudah menyampaikannya kepada Kementerian Kesehatan. Menurut Emil, Kemenkes pun sudah mengonfirmasi bahwa kloroquin fosfat punya bukti dan potensi luar biasa.

“Sudah saya sampaikan tadi malam ke Kemenkes dan mereka mengonfirmasi bahwa kloroquin fosfat punya bukti dan punya potensi luar biasa hanya belum jadi mainstream. Maka saya imbau universitas di Jabar, salah satunya Unpad, untuk lebih meyakinkan lagi dengan bukti-bukti empirik bahwa kloroquin fosfat bisa kita jadikan sebagai obat,” tandasnya.

EDITOR : ADI

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Pasien Covid-19 Tidak Menularkan Virus Corona Setelah 11 Hari

                                                  Pasien Covid-19 tidak lagi menularkan virus corona setelah 11 hari mengidap penyakit tersebut. Pernyataan ini dikeluarkan oleh Pusat...

H+1 Lebaran Corona Capai 22.750, Sembuh 5.642, Meninggal 1.391 Orang

 Penambahan kasus positif virus corona baru atau Covid-19 pada H+1 Lebaran hari ini mengalami peningkatan signifikan.Berdasarkan data yang...

Lodewijk dan Ririn Kembali Bagi APD Dan Sembako Ke Warga Metro

 Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Golkar Lodewijk F Paulus kembali memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat di Kota Metro, Kamis (16/4).

MUI Pusat: Mati Sahid, Pemakaman Korban Covid-19 Tidak Boleh Ditolak

 Masyarakat kembali diingatkan untuk tidak menolak pemakaman jenazah korban wabah penyakit, termasuk Covid-19. Pemakaman jenazah...
Translate »