Ilustrasi ATM/Net

Perbankan terus memacu layanan digitalisasi dan nontunai dengan mulai mengurangi ketergantungan membuka kantor cabang untuk menjangkau nasabahnya di daerah.

Hal itu dilakukan seiring dengan digitalisasi dan gerakan cashless atau nontunai, mengingat banyak nasabah yang senang melakukan transaksi perbankan melalui anjungan tunai mandiri (ATM) atau mobile banking.

Saat ini, bisa kita lihat berbagai bank di Indonesia mulai memperbanyak anjungan tunai mandiri (ATM) yang lebih canggih. Alasannya karena penyediaan ATM jauh lebih murah, sebab tidak perlu menyewa atau membeli gedung kantor. Selain itu, ATM tidak membutuhkan banyak karyawan untuk mengoperasikannya.

Hal ini sesuai dengan harapan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang pada beberapa waktu lalu menyebutkan untuk mendorong stabilitas sektor keuangan lebih baik dilakukan melalui digitalisasi layanan dan masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor cabang.

“Untuk meningkatkan stabilitas sektor keuangan, agar bank-bank lebih efisien dan akurat,” demikian disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, beberapa waktu lalu.

Bank Mandiri, BNI, dan BRI getol menambahkan mesin ATM canggih. Hingga September 2019 Bank Mandiri memiliki 18.291 mesin ATM. BNI memiliki 18.570 mesin ATM. BRI memiliki 20.846 mesin ATM dan 3.209 CRM.

Bank Mandiri sendiri telah melakukan inovasi dalam ranah fintech untuk mengantisipasi gerakan cashless.

“Pastinya kalau tak berubah kita ketinggalan. Fintech kan agresif. Kalau nggak ikut, kita ketinggalan. Kita berkompetisi dengan mereka, kita kolaborasi, apa yang bisa di leverage, itu oke saja,” ujar Thomas Wahyudi, SVP Transaction Banking Retail Sales, Minggu (24/11) dikutip Kantor Berita Politik RMOL.

Thomas juga menyebut adanya disruption in digital era ini membuat transaksi uang elektronik naik secara signifikan sebesar 94,7% dari tahun 2014.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga telah memiliki ATM non tunai sebanyak 600 unit, ATM tarik tunai sebanyak 9.477 unit dan ATS atau ATM Tarik Setor atau cash recycling machines (CRM) sebanyak 6.888 unit).

“Total BCA punya mesin per 18 November 2019 sebanyak 16.965 mesin,” jelas Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja, Selasa lalu (19/11).

Menurut Jahja mesin ATM BCA akan terus bertambah hingga sekitar 700 mesin di lokasi baru pada 2020 mendatang.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here