23.3 C
Bandar Lampung
Sabtu 6 Juni, 2020 02:45 WIB
Beranda OPINI Perang Melawan Serbuan Covid-19 Masih Dengan "Tangan Kosong"

Perang Melawan Serbuan Covid-19 Masih Dengan “Tangan Kosong”

Perang melawan serbuan covid-19 masih seperti dengan tangan kosong, kata Ketua DPW Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat Gema Masyarakat Lokal (LPKSM GML) Provinsi Lampung Ahmad Muslimin.

Dia mendesak Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 segera mendistribusikan perlengkapan “perang” melawan serbuan covid-19 yang makin “berutal” menghajar semua sendi kehidupan bangsa ini.

Peralatan tersebut, kata Ahmad Muslimin, ravid test, hand gun thermometer, mesin polymerase chain reaction(PCR), ventilator, masker N95, face shield dan satu set alat pelindung diri (APD) lengkap, dll.

“Semua peralatan tersebut harus segera didistribusikan ke rumah sakit rujukan covid-19 di seluruh Indonesia,” ujarnya seperti dalam relisnya yang dikirim ke Kantor Berita RMOLLampung, Kamis (2/4).

Ahmad Muslimin juga mendesak agar Menkes RI segera menerbitkan izin edar untuk aneka produk kebutuhan penanganan covid-19 yang telah diimpor oleh unsur pengusaha pemerintah ataupun swasta, elemen rakyat dan atau orang-perorangan.

Sangat mendesak puka, pemberian izin pemakaian ravid test ataupun mesin PCR untuk pengecekan DNA sehingga di ketahui negatif atau positif covid-19 di laboratorium-laboratorium fakultas kedokteran di seluruh Indonesia.

“Hal ini sangat mendesak agar keadaan bangsa kita tidak semakin memburuk,” tandas Ahmad Muslimin.

Dia beralasan mendesakan Gugus Tugas dan Menkes RI karenakan rumah sakit rujukan covid-19 nihil ventilator dan APD.

Bahkan, ucunya, kata Ahmad Muslimin, sejak akhir bulan lalu (29/3) sudah ada 45 laboraturium (1 laboratorium rujukan nasional, 15 laboratorium pemeriksaan surveilans, 29 laboratorium pemeriksaan non surveilans tidak ada lonjakan pemeriksaan covid-19 terhadap masyarakat secara menyeluruh.

Kemudian, rapid test massal hanya sebagai tes buat screening, katanya.

Diperparah lagi, menurutnya, hasil rapid test pada rumah sakit rujukan covid-19 di daerah harus mengirimkan air liur pasien untuk kepastian postif atau negatifnya ke laboratorium  rujukan nasional.

“Hasilnya, selain membutuhkan waktu seminggu, pemerintah pusat yang boleh mengumumkannya,” kata Ahmad Muslimin.

Dia juga mendesak Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Ketua DPRD Provinsi Lampung untuk segera menerbitkan kebijakan secara rigid/terinci dalam penggunaan anggaran penanganan covid-19.

Segera laksanakan pengadaan aneka fasilitas pemeriksaan di semua rumah sakit dan/atau puskesmas yang telah di tetapkan sebagai rumah sakit dan puskesmas rujukan covid-19.

Kemudian, dalam pengadaan aneka fasiltas penanganan covid-19, harus melibatkan UMKM agar secara ekonomi mereka terbantu.

Dia melihat kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diketuai Doni Monardo masih belum menunjukan kemajuan dalam menjamin tersedianya aneka fasilitas untuk kebutuhan pemeriksaan dan penyembuhan covid-19 yang semakin berkecamuk di negeri ini.

Bahkan, respon cepat Presiden RI Joko Widodo untuk memenangkan perang melawan serbuan keluarga virus corona tidak diimbangi oleh Kabinet Indonesia Maju.

Jajaran kabinetnya masih lamban mencegah tangkal dan memutus mata rantai pandemik covid-19.

Fasilitas pemeriksaan dan pengobatan bagi mereka yang terinfeksi virus corona juga masih minim di setiap rumah sakit rujukan.

Celakanya lagi, rumah sakit rujukan covid-19 tidak dijamin kebutuhannya untuk menangani pasien berstatus orang dalam pengawasan (OPD), pasien dalam pengawasan (PDP), dan yang telah dinyatakan positif covid-19.

 

 

EDITOR : herman bm

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Bantuan PKH Dan BPNT Di Pekon Sukaraja Semaka Carut Marut

 Carut marut terjadi dalam penyaluran Bantuan Kesejahteraan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)...

Tak Ada Yang Gratis, Rapid Test Pelaku Perjalanan Dinas Dibayari Pemerintah

 Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, membenarkan rapid test harus bayar Rp 350 ribu. Ia...

Rapid Test Di Diskes Lampung Bayar Rp 350 Ribu

 Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Cabang Lampung yang juga wali santri, mengeluhkan biaya rapid test yang terlalu...

Gempa Tektonik 4,9 SR Di Lepas Pantai Kabupaten Pesisir Barat

Gempa tektonik berkekuatan 4,9 scala richter (SR) menggetarkan Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung,Jumat (5/6), pukul 11.04 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),...
Translate »