Penembakan Massal di Polandia Tewaskan Enam Orang

•DUNIA
externalexternalexternalexternal
Penembakan Massal di Polandia Tewaskan Enam Orang
Orang-orang berlarian ketakutan saat tragedi penembakan massal di Krakow Polandia (Foto: X)

Article Header Image Aksi penembakan massal di alun-alun utama Kota Krakow, Polandia, menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai 17 lainnya pada Sabtu waktu setempat, 7 November 2026.

Insiden berdarah tersebut diduga berkaitan dengan pengaruh ideologi sayap kanan ekstrem yang dianut pelaku. Dugaan itu kini menjadi salah satu fokus penyelidikan aparat keamanan Polandia.

Menteri Dalam Negeri Polandia Marcin Kierwinski mengatakan, sejumlah indikasi mengarah pada keterlibatan ideologi ekstrem dalam aksi penembakan tersebut.

"Semuanya mengarah pada fakta bahwa pelaku penembakan dipengaruhi oleh ideologi sayap kanan, sebuah hal yang juga akan diselidiki," kata Kierwinski dalam konferensi pers, dikutip dari Reuters.

Dalam peristiwa itu, seorang pria bersenjata melepaskan tembakan secara acak ke arah warga di pusat kota. Aparat kepolisian kemudian melumpuhkan dan menangkap pelaku setelah menerima laporan penyerangan.

Otoritas Polandia mengonfirmasi enam korban meninggal dunia terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki. Sementara 17 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk dua anggota kepolisian dan pelaku.

Salah satu korban tewas diketahui merupakan warga negara Inggris. Adapun lima warga negara asing yang mengalami luka-luka berasal dari Austria, Jerman, Portugal, Rusia, dan Inggris.

Fakta lain terungkap setelah Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengungkapkan penemuan tiga jenazah di rumah pelaku di Ostrowiec Swietokrzyski, sekitar 200 kilometer dari Krakow.

Ketiga korban terdiri dari dua perempuan dan seorang laki-laki. Tusk menyebut terdapat indikasi kuat bahwa mereka merupakan anggota keluarga dekat pelaku.

Aparat menggunakan pesawat nirawak untuk memeriksa lokasi tersebut karena rumah itu diduga menyimpan banyak persenjataan.

Polisi mengidentifikasi pelaku sebagai warga negara Polandia berusia 24 tahun. Saat beraksi, pria tersebut mengenakan pakaian menyerupai seragam militer dan menggunakan senjata api jenis AR-15.

Juru bicara kepolisian Andrzej Fijolek mengatakan pelaku memiliki izin kepemilikan senjata api. Sejumlah senjata dan amunisi juga ditemukan di dalam kendaraan yang digunakannya.

Sementara itu, juru bicara kepolisian Katarzyna Cislo menyebut aparat bergerak cepat setelah menerima laporan. Polisi dilaporkan melepaskan tembakan ke arah pelaku hanya tiga menit setelah laporan penyerangan diterima.

Presiden Polandia Karol Nawrocki menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Pemerintah juga menetapkan masa berkabung nasional pada 8-9 November 2026 sebagai bentuk penghormatan kepada para korban. Article Image

Editor : Tuti Nur Khomariyah

Kata Kunci


Berita Terkait