23.3 C
Bandar Lampung
Sabtu 6 Juni, 2020 02:48 WIB
Beranda KESEHATAN Cegah Covit-19 Masuk Lampung, LBH Usulkan Enam Langkah Ke Pemprov Lampung

Cegah Covit-19 Masuk Lampung, LBH Usulkan Enam Langkah Ke Pemprov Lampung

LBH Kota Bandarlampung menuntut Pemprov Lampung dan instansi-instansi terkait serius mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19).

Pemprov Lampung beserta jajarannya harus lebih intensif mengantisipasi masuknya virus tersebut ke Lampung, ujar Direktur LBH Bandarlampung Chandra Muliawan, SH, MH, CLA kepala RMOLLampung, Sabtu (14/3).

Jangan sampai, katanya, masyarakat mengonsumsi berita bohong atau hoaks terkait penyebaran virus yang mematikan tersebut.

Hingga kini, ada lima kasus terkait berita bohong yang salah satunya terjadi di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, ujar Chandra Muliawan.

Pemerintah daerah juga, katanya harus memperketat jalur masuk dan keluarnya seseorang di pelabuhan dan bandara.

Pelabuhan seperti di Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Bakauheni, dan Pelabuhan Labuhan Maringgai, dan Pelabuhan Teluk Lampung, serta Bandara Raden Intan.

Tempat akses transportasi tersebut harus menjadi perhatian khusus karena menjadi pintu masuk penyebaran Covid-19 di Lampung, katanya.

Pemerintah, katanya, harus melakukan deteksi tubuh, penyediaan sabun antiseptik, dan masker secara gratis.

Selain itu pencegahan juga harus dilakukan di lapas dan rutan.

Walaupun sebagai narapidana, negara berkewajiban melindungi hak-haknya sebagai manusia.

LBH Babdarlampung jelas dan terang menuntut Pemprov Lampung beserta instansi terkait untuk melaksanakan enam rekomendasi LBH Bandarlampung:

Pertama, Pemerintah Daerah Provinsi Lampung Menetapkan Lampung sebagai Daerah Siaga Virus Corona (Covid-19).

Kedua, Pemerintah Daerah Provinsi Lampung wajib memberikan informasi yang aktual dan dapat dipercaya terhadap pencegahan dan kesiap-siagaan masyarakat Lampung dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

Ketiga, Komisi Informasi Provinsi Lampung wajib memantau dan menindak setiap informasi yang diberikan kepada masyarakat terkait Pandemi Covid-19 yang disampaikan oleh Pemerintah Daerah ataupun Ahli/Pakar Kesehatan guna masyarakat mendapatkan informasi dan edukasi yang tidak terputus-putus.

Keempat, Pemerintah Daerah Provinsi Lampung wajib melakukan upaya pencegahan dan pengendalian infeksi, manajemen keramaian publik, bahkan bila perlu melarang setiap aktivitas acara publik.

Kelima, Pemerintah Daerah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten/Kota wajib melakukan deteksi tubuh di Pelabuhan dan Bandara, bahkan bila perlu menutup akses terhadap warga negara yang berasal dari negara terjangkit Covid-19.

Keenam, Kanwilkemenkumham Provinsi Lampung untuk membatasi kujungan terhadap narapidana di tiap-tiap lapas dan rutan di Lampung dan memasang alat deteksi tubuh serta menyiapkan secara cuma-cuma masker dan sabun antiseptik bagi pengunjung maupun narapidana.

Virus corona telah menyebar dengan cepat ke lebih dari 191 negara dan wilayah dunia.

Penyebaran virus ini pertama kali terjadi Wuhan, China pada 31 Desember 2019 ditemukan penyakit gejala pneumonia bukanlah mers dan sars. .

Virus ini merupakan jenis baru yang telah menewaskan lebih dari 4.000 jiwa manusia.

Kemudian, pada 2 Maret 2020, secara resmi Pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa wabah Covid-19 telah masuk ke Indonesia dengan diumumkannya dua pasien terjangkit positif Covid-19.

Sejak saat itu peningkatan jumlah pasien positif Covid-19 semakin meningkat, bahkan WHO pada 11 Maret 2020 menyatakan Covid-19 sebagai pandemi.

Bahkan penyebarannya di Indonesia pada 13 Maret 2020 sudah 69 Pasien positif Covid-19 dan 4 meninggal dunia serta diantara pasien tersebut terdapat 2 balita.

Dengan penyebaran yang begitu masif di Indonesia khususnya di Pulau Jawa Pemerintah Pusat seharusnya mengetatkan setiap lalu lintas perjalanan seperti bandara atau pelabuhan mencegah pintu masuk bukan membuka pintu lebar-lebar bagi seseorang yang masuk di Indonesia.

Pemerintah seakan menganggap lelucon pandemi Covid-19 dengan melakukan tindakan dan hal-hal yang kurang layak, seperti salam siku yang kemudian menarasikannya sebagai salam Corona.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan pendapatnya soal salam siku sejak 7 Maret 2020.

Pendapatnya soal salam siku disampaikan dalam rekomendasi perihal penjagaan diri dari Covid-19.

“Ketika memberi salam ke orang-orang, sebaiknya hindari salam siku karena salam tersebut berada pada jarak 1 meter dengan orang lain.

“Saya memilih untuk meletakkan tangan saya di hati saya ketika saya memberi salam ke orang lain”.

Bahkan yang lebih memprihatinkan adalah narasi-narasi pemerintah yang menyatakan bahwa orang Indonesia kebal terhadap virus ini.

Hal tersebut terjadi karena komunikasi pemerintah yang membatasi informasi mengenai ancaman dan perkembangan Covid-19 yang tidak menyentuh setiap lapisan masyarakat sehingga terjadi pannic buying.

Masyarakat ketakutan sampai terjadi kelangkaan masker dan sabun antiseptik serta penimbunan barang untuk menarik keuntungan.

 

 

 

 

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Ekonom UI: Omnibus Law RUU Ciptaker Bagian Pendekatan Institusi Pasca Covid-19

Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja adalah bagian dari pendekatan institusional yang perlu dilakukan pasca pandemi Covid-19. Demikian pandangan yang dikemukakan ekonom dari...

Riset: Virus Corona Serang Kekebalan Tubuh, Seperti HIV?

Peneliti dari Shanghai dan New York menemukan jika virus corona yang menyebabkan Covid-19 dapat membunuh sel-sel kekebalan tubuh. Padahal sel-sel kekebalan inilah yang seharusnya membunuh...

Bukan Cuma Ojol Butuh Bantuan, Banyak Pekerja Lain Terdampak Pandemik Covid-19

Pemerintah seharusnya lebih objektif dan adil menyalurkan bantuan terhadap pekerja yang terdampak akibat kebijakan penanganan pandemik Covid-19. Tidak hanya ojek online saja yang seharusnya diperhatikan,...

AS: China Harus Terus Terang, Virus Corona Dari Lab Virologi Di Wuhan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berusaha mencari bukti kemungkinan virus corona baru atau SARS-CoV-2 berasal dari laboratorium virologi di Wuhan, China. Seperti dilansir Kantor Berita...
Translate »