23.3 C
Bandar Lampung
Sabtu 6 Juni, 2020 01:24 WIB
Beranda DAERAH Pemkab Tanggamus Didesak Refocusing APBD Untuk Covid-19

Pemkab Tanggamus Didesak Refocusing APBD Untuk Covid-19

 Anggota DPRD Tanggamus meminta Pemkab segera melakukan penataan angaran refocusing APBD untuk melaksanakan Instruksi Mendagri No 01 tahun 2020,  tentang pencegahan penyebaran dan percepatan penanganan corona virus disease covid-19, di lingkungan Pemerintah Daerah.

Menurut anggota DPRD, Fakhruddin Nugraha, besaran belanja tidak terduga (BTT) dalam APBD Tanggamus tahun 2020, sebesar Rp 2.232.666.000, jauh dari cukup untuk melaksanakan penanganan pencegahan penyebaran virus covid-19.

“Pemkab perlu memangkas belanja-belanja yang tidak penting. Anggaran itu bisa diambil dari pembangunan proyek fisik,” kata ketua komisi 2 dari Fraksi PKS kepada kantor berita RMOLLampung, Sabtu (4/4)

Dia membeberkan, instruksi mendagri agar kepala daerah mengambil langkah untuk melakukan percepatan, pengutamaan penggunaan alokasi anggaran kegiatan tertentu (refocusing) atau perubahan alokasi anggaran yang digunakan secara memadai untuk meningkatkan kapasitas, Penanganan kesehatan dan hal hal lain terkait kesehatan.

Penyediaan sarana dan prasarana kesehatan berupa barang perlindungan diri warga, barang perlindungan komunitas masyarakat dan alat perlindungan petugas medis , antara lain berupa masker, hand sanitizer, vitamin c, vitamin E, Alat Pelindung Diri (APD) dan sarung tangan karet.

Menyediakan sarana fasilitas kesehatan, kamar isolasi, tempat tidur pasien, rapid test  kid, ventilator dan alat uji deteksi Covid 19. Merekrut tenaga kesehatan/medis potensial, Dokter/perawat yang baru lulus atau tenaga kesehatan/medis lainnya, memberikan pelatihan singkat serta SOP penanganan pasien covid-19.

Pemberian insentif bagi tenaga medis/kesehatan. Penyemprotan disinfektan. Penyewaan rumah singgah, sebagai ruang untuk isolasi pasien dalam pengawasan (PDP)

Pemeriksaan laboratorium bagi masyarakat  yang berpotensi terjangkit covid 19. Pengadaan bahan dan alat evakuasi korban covid-19 yang positif

Penanganan dampak ekonomi terutama menjaga agar dunia usaha daerah masing-masing tetap hidup;

Pengadaan bahan pangan dan kebutuhan pokok dalam menjaga ketahanan pangan daerah dan menekan panick buying, pemberian insentif berupa pemotongan pajak daerah.

Penyediaan jaring pengamanan sosial/social safety net. Bisa berupa pemberian bansos kepada masyarakat yang benar benar terkena imbas wabah virus covid 19.

“Saat ini banyak masyarakat Tanggamus yang kesulitan mememenuhi kebutuhan hidup sehari-hari karena dampak wabah virus covid 19,” tambah Fakhruddin.

EDITOR : ADI

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Bantuan PKH Dan BPNT Di Pekon Sukaraja Semaka Carut Marut

 Carut marut terjadi dalam penyaluran Bantuan Kesejahteraan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)...

Pemkab Tanggamus Keluarkan Surat Edaran Tentang Ibadah Di Masa Pandemi

  Menyikapi perkembangan kebijakan dan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, Pemkab Tanggamus mengeluarkan Surat Edaran tentang penyelenggaraan kegiatan keagamaan...

Pemkab Tanggamus Keluarkan Surat Edaran Keberlangsungan Usaha Di Tengah Pandemi

 Menyikapi perkembangan kebijakan dan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, Pemkab Tanggamus mengeluarkan Surat Edaran, guna mendukung keberlangsungan usaha.

Pohon Tumbang Tutup Setengah Jalinbar Di Kotaagung Barat

 Pohon besar di pinggir jalan lintas barat (Jalinbar) tepatnya di ujung jembatan Wayawi Pekon Negarabatin, Kecamatan Kotaagung Barat,...
Translate »