Wakil Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II Hambra Samal memastikan kesiapan IPC Panjang menjadi fasilitator perdagangan kelas dunia.

Hambra Samal yang baru dilantik dua bulan lalu beserta rombongan melihat langsung berbagai fasilitas IPC Panjang saat ini di Kota Bandarlampung, Jumat (21/2).

Pelindo II atau Indonesia Port Corporation (IPC), akhir tahun lalu, pada HUT yang ke-27 telah menyusun road map menjadi fasilitator perdagangan kelas dunia pada 2024

IPC Panjang termasuk pelabuhan yang sudah siap menyongsong target road map tersebut, kata General Manager Utama IPC Panjang Drajat Sulistyo.

GM IPC Panjang Drajat Sulistyo sedang menjelaskan kesiapan IPC Panjang kepada Wadir Pelindo II/Foto Humas IPC Panjang

Kepada Kantor Berita RMOLLampung di sela kunjungan Hambra Samal, IPC Panjang sejak akhir tahun lalu telah masuk ke tahap pelayanan digitalisasi.

Tahun 2020 ini, IPC Panjang menjadi pelabuhan work class setelah juga melakukan pembenahan kompetensi sumber daya manusia (SDM) agar berorientasi customer centric

Tentang digitalisasi, IPC Panjang sudah menanamkan enam pilar transformasi digital mulai dari pelacakan, pemesanan, pendaftaran, pembayaran, dan perawatan elektronik.

Informasi dan teknologi (IT) berbasis digital yang terkoneksi dengan layanan pelabuhan sehingga sistem pengawasannya dapat dilakukan satu pintu.

Di IPC Panjang, Hambra Samal meninjau kesiapan Gudang Container Freight Station (CFS) Center dan Terminal Peti Kemas yang berada dalam satu kawasan IPC Panjang.

GM IPC Panjang Drajat Sulistyo optimis pelabuhan yang dipimpin menjadi mesin penggerak ekonomi Sumbangsel/Foto Humas Pelindo

Dijelaskan Drajat Sulistyo,  IPC Cabang Panjang telah juga siap menjadi mesin penggerak perekonomian atau engine of economic Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

Dikatakannya, Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Lampung-Palembang mendongkrak arus perdagangan ekspor impor maupun domestik melalui Pelabuhan Panjang.

Apalagi, katanya, Kementerian PUPR merealisasi rencana jalan keluar dan masuk (exit) yang terintegrasi dengan JTTS bisa langsung menuju kawasan Pelabuhan Panjang.

Dia yakin jika jalan exit yang hanya tinggal beberapa kilometer terwujud, Pelabuhan Panjang menjadi mesin penggerak perekonomian atau engine of economic Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

Drajat berharap keberadaan pelabuhan Panjang dapat menjadi penopang/buffer Pelabuhan Tanjung Priok lantaran kondisi pelabuhan Priok yang kini cukup padat.

Tahun ini, TPK Panjang optimistis mampu menangani 137.000 twentyfoot equivalent units (TEUs) atau tumbuh sekitar 8 sampai 10 persen dibanding tahun 2018 yang tercatat 116.725 TEUs atau setara 95.968 bok.

Tim Pelindo II dan IPC Panjang/Foto Humas IPC Panjang

Dengan bergabungnya Hambra Samal yang memiliki pengalaman, Drajat Sulistyo optimis IPC Panjang mencapai target sebagai pelabuhan kelas dunia dan fasilitator perdagangan tersebut.

Sebelumnya, Wadirut IPC Hambra Samal menjabat Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis pada Kementerian BUMN sejak 9 Februari 2016.

Pria kelahiran Ketap itu juga pernah menduduki posisi Wakil Komisaris Utama PT BNI (Persero) Tbk.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here