PT Pelabuhan Indonesia II/IPC Cabang Panjang telah siap menjadi mesin penggerak perekonomian atau engine of economic Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

General Manager IPC Panjang Drajat Sulistyo mengatakan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Lampung-Palembang mendongkrak arus perdagangan ekspor impor maupun domestik melalui Pelabuhan Panjang.

“Kami optimistis jalan tol itu menambah hinterland Pelabuhan Panjang,” ujarnya kepada Kantor Berita RMOLLampung, Sabtu (1/2).

Apalagi, kata Drajat Sulistyo, Kementerian PUPR merealisasi rencana jalan keluar dan masuk (exit) yang terintegrasi dengan JTTS bisa langsung menuju kawasan Pelabuhan Panjang.

Dia yakin jika jalan exit yang hanya tinggal beberapa kilometer terwujud, Pelabuhan Panjang menjadi mesin penggerak perekonomian atau engine of economic Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

Aktivitas Pelabuhan Panjang pada malam hari/Foto Humat Pelindo

Dipaparkannya juga, ada tiga hal yang dibenahinya untuk menjemput masa depan Pelabuhan Panjang.

Pertama, infrastruktur mulai dari dermaga, lapangan penumpukan, pergudangan maupun fasilitas pendukung lainnya agar terintegrasi dengan one stop service di pelabuhan.

Kedua, menerapkan sistem informasi dan teknologi (IT) berbasis digital yang terkoneksi dengan layanan pelabuhan sehingga sistem pengawasannya dapat dilakukan satu pintu.

Ketiga, membenahi kompetensi sumber daya manusia (SDM) agar berorientasi customer centric.

“Tahun 2019, pembenahan internal itu sudah selesai dan 2020 Pelabuhan Panjang fokus pada penyiapan akses tol langsung pelabuhan yang terkoneksi dengan ruas tol trans Sumatera,” paparnya.

Drajat berharap keberadaan pelabuhan Panjang dapat menjadi penopang/buffer Pelabuhan Tanjung Priok lantaran kondisi pelabuhan Priok yang kini cukup padat.

Dia megatakan, pelabuhan Panjang telah mengimplementasikan auto gate system pada Terminal Peti Kemas untuk mempercepat pelayanan proses bongkar muat barang ekspor maupun impor sehingga volume bisa terus tumbuh.

Menurut Drajat, fasiitas Terminal Peti Kemas di Pelabuhan Panjang memiliki kapasitas terpasang hingga 500 ribu twenty foot equivalent unit (TEUs)/tahun, sedangkan saat ini baru terisi sekitar 25 persen.

Hingga Oktober 2019 saja, arus bongkar muat peti kemas melalui TPK Panjang sudah mencapai 103.593 TEUs atau 85.872 bok.

Pada tahun ini, TPK Panjang optimistis mampu menghandle sebanyak 137.000 twentyfoot equivalent units (TEUs) atau tumbuh sekitar 8 sampai 10 persen dibanding pencapaian 2018 yang tercatat 116.725 TEUs atau setara 95.968 bok.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here