23.4 C
Bandar Lampung
Selasa 14 Juli, 2020 03:37 WIB
Beranda PERISTIWA Pejabat Pemkot Bongkar Lahan Di Kawasan Penyangga Register 19

Pejabat Pemkot Bongkar Lahan Di Kawasan Penyangga Register 19

Seorang pejabat Kota Bandarlampung membongkar lahan di bibir lembah kawasan penyangga Register 19, Batuputu, Kecamatan Telukbetung Utara, Kota Bandarlampung.

Sebelum dibongkar lahan tersebut pakai eskavator milik Dinas PU, pepohonan dihabisi oleh sang pejabat: ketua Bappeda Kota Bandarlampung Khaidarmansyah.

Beberapa pekan belakangan ini, dia langsung yang mengawasi penebangan dan land clearing lahan tersebut saat musim hujan dan longsor ini.

Ketika dikonfirmasi Kantor Berita RMOLLampung, Rabu (24/6), Khaidarmansyah mengatakan lahan tersebut milik isterinya yang akan dibangun rumah.

“Bukan vila lho,” katanya.

Menurut Khaidarmansyah, isterinya membeli lahan sudah memperhitungkan risikonya. “Jika longsor, saya gak jadi bangun, kebon saja,” ujarnya.

“Istri sayakan direktur di Rumah Sakit Puri Betik Hati, gajinya saja Rp 25 juta per bulan,” katanya yang juga mengaku dirinya wartawan juga.

Ditambahkanya, isterinya pinjam BRI untuk membeli lahan yang konon 1000 m2. “Ada yang jual tanah murah ukurannya juga gak┬ágede kok, cuma 370 meter2,” jelasnya.

Menurut Khaidarmansyah, tanahnya miring sehingga harus di-land clearing.

“Kemarin ada yang jual tanah murah di sana, ukurannya juga gak gede, kok cuma 370 meter, satu kapling kecil,” katanya.

Dia mengaku lahan tersebut dibeli dari stafnya di Bapedda.

Soal alat berat milik Dinas PU Kota Bandarlampung, dia mengaku belum ada bukti sewa karena proses pengerjaan belum selesai.

Khaidarmansyah juga mengaku belum mengurus izin Amdal. Jika nanti mau dibangun, ia akan membuat Amdal dan persyaratan lainnya.

“Orang saya baru bangun, nanti kalau mau dibangun, semua persyaratan akan saya penuhi. Kita pegawai, masak kita yang nyuruh buat tapi kita gak buat,”┬á tandasnya.

Ia juga mengaku sudah izin ke tetangga saat proses land clearing. “Kalau gak izin ya diusir. Orang tetangganya gak ada kok, bagian kiri dan kanannya kosong,” ujarnya.

Lanjutnya, sekarang inikan ia dan istri keduanya tinggal di rumah istri pertama, dan warisnya akan turun ke anaknya.

Menurutnya, pilih di kawasan penyangga Register Wan Abdilurahman, karena ingin mencari ketenangan.

“Kalau saya beli di kota saya juga bisa, tapi di kotakan saya sudah ada, bagus rumah saya yang di Sukarame,” ujarnya.

 

 

EDITOR : herman bm

1 KOMENTAR

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Alat Berat Stop, Aktivis Sesalkan Pembongkaran Lahan Kepala Bapeda

Penggiat lingkungan hidup menyayangkan cara yang dilakukan Kepala Bappeda Kota Bandarlampung Khaidarmansyah membongkar lahannya di bibir tebing kawasan penyangga Register 19. "Kawasan tersebut termasuk penyangga...
Translate »