23.8 C
Bandar Lampung
Minggu 31 Mei, 2020 03:15 WIB
Beranda DAERAH Sebar Berita Hoaks, PDIP Pesawaran Nilai Rudi Tak Patut Lagi Di DRD

Sebar Berita Hoaks, PDIP Pesawaran Nilai Rudi Tak Patut Lagi Di DRD

Ketua DPC PDIP Kabupaten Pesawaran M. Nasir berpendapat tak patut lagi Rudi Iskandarsyah menjadi anggota Dewan Riset Daerah (DRD) kabupaten setempat.

Alasan dia, seorang menjadi bagian dari perencaan pembangunan daerah telah menyebarkan berita hoaks yang bisa memecahbelah rakyat.

“Dia tak patut lagi berada di DRD,” ujar Nasir, Jumat (22/5), kepada Rama Diansyah dari Kantor Berita RMOLLampung.

Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran itu juga menilai politisi Partai Golkar Pesawaran itu sengaja menyerang nama baik dirinya dan juga PDIP.

Sebab, menurut Nasir, jika memang berniat meminta kebenaran terkait gambar semestinya disertai pertanyaan ataupun penjelasan kepada para peserta grup.

“Kalau Rudi ingin menanyakan hoaks atau tidak berita itu seharusnya dari awal diberi penjelasan. Ini kan tidak, dia malah komen kalimat provokatif,” kata Nasir.

Sementara itu, terkait foto yang beredar tersebut Nasir mengatakan bahwa foto tersebut adalah foto yang diambil pada tahun 2018.

Momen tersebut terjadi ketika para awak media mewawancarai Ketua DPP PDIP Puan Maharani terkait kesiapan partainya dalam menghadapi Pemilu 2019.

“Sudah dibuktikan itu foto editan, dengan menggabungkan foto ketika wawancara terkait strategi pemilu dengan headline provokatif seolah-olah PDIP anti dengan Agama Islam,” papar Nasir.

Diberitakan sebelumnya, Rudi Iskandarsyah, pengurus DPD Golkar Pesawaran membagikan foto hasil tangkapan layar tersebut di Grup WA Berita Pesawaran Hari Ini adalah

Unggahan tersebut sontak mendapatkan berbagai reaksi keras dari beberapa anggota grup tersebut.

Sementara itu, alasan Rudi, dia membagikan gambar dan informasi tersebut untuk meminta kepastian dari para peserta yang berada dalam grup WA apakah itu hoaks atau tidak.

“Kita di Grup WA Berita Pesawaran Hari Ini adalah keluarga besar. Dan, saya mendapatkannya dari grup lain dengan tujuan meminta kejelasan dan cek kebenaran apakah informasi itu hoaks atau seperti apa,” ujar Rudi.

Dia secara pribadi dan selaku pengurus Partai Golkar Kabupaten Pesawaran meminta maaf atas tindakan membagikan informasi tersebut.

“Kita tidak ada niat buruk dan provokasi, namanya di grup dan saya sudah minta maaf semua di dalam grup whatsApp tersebut. Dan secara pribadi juga saya meminta maaf,” katanya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Organisasi Pers Desak Kapekon Sukaraja Minta Maaf, Atau Mundur!

 Dugaan pelecehan terhadap media online oleh Boymin selaku Kepala Pekon (Kapekon) Sukaraja Kecamatan Semaka, menuai kecaman beberapa organisasi...

“Garang” Di Medsos, Abu Janda Tak Muncul Dipanggil Bareskrim

Permadi Arya atau Abu Janda mungkin hanya kelihatan garang di sosial media. Dipanggil Bareskrim Polri terkait ujaran kebencian dan penistaan agama, batang hidungnya tak...

Rumah Ibadah Boleh Dibuka Di Masa New Normal Versi Kemenag

 Rencana pemerintah pusat untuk mengembalikan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat kembali normal dalam bingkai tatanan kehidupan baru atau...

New Normal Atau Norma Baru?

Oleh Dr. Andi Desfiandi, SE,. MA PEMERINTAH merencanakan penerapan new normal atau "kenormalan baru", yakni "pelonggaran" daerah zona hijau dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Secara bertahap...
Translate »