23.8 C
Bandar Lampung
Minggu 31 Mei, 2020 04:56 WIB
Beranda DAERAH Pasien Positif Corona Dimakamkan Biasa Di Tanggamus

Pasien Positif Corona Dimakamkan Biasa Di Tanggamus

ODP positif Covid-19 asal Kecamatan Pulaupanggung, Kabupaten Tanggamus dimakamkan biasa, tanpa protokol pemakamam jenazah Covid-19.

Hal itu terungkap pada konferensi pers Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tanggamus di Posko Sekertariat GTPP Covid-19, Kantor BPBD Tanggamus, Kamis malam (21/5).

Kadis Kesehatan Tanggamus Taufik Hidayat yang menjelaskan riwayat pasien Covid-19 berusia 69 tahun yang meninggal tersebut.

Konferensi pers Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid+19 Tanggamus/Foto RMOLLampung

Dirut RSUD Batin Mangunang dr. Eka Yanti, dan dr. Eka Apriyanto didampingi Kalak BPBD Ediyan dan Kabid Komimfo Ismail mengatakan pasien meninggal dunia pada 10 Mei dan dinyatakan positif Covid-19 pada tangal 21 Mei 2020.

Dikatakannya pula, pasien 01 positif Covid-19 tersebut memiliki riwayat perjalanan ke Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.

Sebelum meninggal, pasien mengeluhkan batuk dan badan panas.

Petugas kesehatan melakukan pengobatan simtomatis sesuai keluhan kemudian tindakan nonfarmakologis berupa edukasi dan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah.

Wartawan dan Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19/Foto RMOLLampung.

Pada 7 April, jelas dr Eka, empat hari setelah isolasi mandiri selesai, pasien mengeluh sesak napas saat melakukan aktifitas ringan.

Oleh puskesmas setempat, dia didiagnosa CHF.

Keluarganya membawa pasien ke RS Panti Secanti Gisting.

“Tanggal 12 April, pasien dirawat di RS Panti Secanti dengan diagnosa CHF dan TB Paru. Kemudian 15 April, dilakukan Rapid Tes dengan hasil nonreaktif, dan diperbolehkan pulang untuk rawat jalan,” jelasnya.

Kemudian, tangal 2-8 Mei, ia kembali menjalani pemeriksaan lalu  dirawat di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu dengan keluhan sesak napas dan diagnosa CHF dan TB Parua.

Pada 3 Mei, pasien rapid tes di RS Mitra Husada dengan hasil nonreaktif (negatif), lalu dilanjutkan pemeriksaan swab.

Pada 8 Mei, pasien dalam kondisi perbaikan dan diperbolehkan pulang.

Namun, dua hari kemudian (10/5), ia meninggal dunia di rumahnya di Kecamatan Pulaupanggung.

“Almarhum dimakamkam seperti biasa, tidak melalui protokoler jenazah Covid-19,” kata dr Eka.

Tim Covid-19 Tanggamus lalu  tracking perjalanan pasien dan melakukan pendataan orang yang memiki riwayat kontak dengan pasien.

“Besok, tim akan melakukan rapid tes kepada 38 orang yang sempat kontak dengan pasien,” katanya.

Direktur RSUD Batin Mangunang dr. Diyan Ekawati menambahkan, sesuai tahapan, usai rapid tes akan dilakukan swab tes, yang kemungkinan akan dilakukan terhadap keluarga pasien Covid-19.

Ia juga berharap aemua elemen masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah dalam upaya pemutusan rantai penyebaran wabah corona.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Organisasi Pers Desak Kapekon Sukaraja Minta Maaf, Atau Mundur!

 Dugaan pelecehan terhadap media online oleh Boymin selaku Kepala Pekon (Kapekon) Sukaraja Kecamatan Semaka, menuai kecaman beberapa organisasi...

“Garang” Di Medsos, Abu Janda Tak Muncul Dipanggil Bareskrim

Permadi Arya atau Abu Janda mungkin hanya kelihatan garang di sosial media. Dipanggil Bareskrim Polri terkait ujaran kebencian dan penistaan agama, batang hidungnya tak...

Rumah Ibadah Boleh Dibuka Di Masa New Normal Versi Kemenag

 Rencana pemerintah pusat untuk mengembalikan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat kembali normal dalam bingkai tatanan kehidupan baru atau...

New Normal Atau Norma Baru?

Oleh Dr. Andi Desfiandi, SE,. MA PEMERINTAH merencanakan penerapan new normal atau "kenormalan baru", yakni "pelonggaran" daerah zona hijau dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Secara bertahap...
Translate »