23.3 C
Bandar Lampung
Sabtu 6 Juni, 2020 01:52 WIB
Beranda DAERAH Ditolak Warga, Pasien Covid-19 Akhirnya Dimakamkan Jelang Magrib

Ditolak Warga, Pasien Covid-19 Akhirnya Dimakamkan Jelang Magrib

Sempat ditolak warga, pasien covid-19 yang pertama meninggal dari Lampung akhirnya baru dapat dimakamkan di Batu Putuk, Telukbetung Utara, Kota Bandarlampung, pukul 17.30 WIB.

Sejak siang, warga menolak pemakaman pasien corona tersebut. Saat hujan deras dan dibantu sembilan anggota TNI AD jelang magrib, petugas baru dapat memakamkan MISF (35).

Pemakaman pasien virus corona nomor 02 itu dilakukan oleh personel Satpol PP dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung.

Kepala Dinas Kesehatan Bandarlampung, Edwin Rusli mengatakan lubang galian jenazah pasien nomor 02 tersebut cukup dalam sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

Saat pemakaman, hadir Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdraprov) Lampung Fahrizal Darminto, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung dr. Edwin Rusli, dan sejumlah uspika.

Mobil ambulan pembawa jenazah ketika melewati pemukiman warga/Ist

Seharusnya, empat jam setelah meninggal, pasien covid-19 harus sudah dimakamkan, kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Panjang.

Namun, hingga magrib, KKP Kelas II Panjang belum mendisinfeksi ambulan jenazah yang mengangkut korban meninggal tersebut dengan disinfektan standar tinggi.

Dia minta media bersabar karena mobil jenazah belum tiga dari lokasi pemakaman ke kantornya di Rajabasa, Kota Bandarlampung, hingga magrib.

Kapolsek Kompol Faisolsyah membenarkan sempat terjadi penolakan oleh warga sekitar tempat pemakaman hingga jelang magrib.

Sejak kedatangan mobil ambulan yang membawa jenazah,  aparat rukun tetangga dan warga lokasi pemakaman menolak pemakaman di Kelurahan Batu Putuk, Kecamatan Telukbetung Utara itu.

Warga setempat menolak pemakaman MISF (35), warga Perumahan Alam Surya, Jl. Karimun Jaya, Kecamatan Sukarame, Kota Bandarlampung.

Mereka menolak karena para petugas yang membawa jenazah tidak koordinasi lebih dulu dengan mereka dan mereka beralasan daerahnya merupakan kawasan resapan air.

Ketika melewati pemukiman warga saat masuk jalan perkampungan, warga tak ada yang keluar rumah.

Mereka melihat dari dalam sambil istifar dan mengucapkan bela sungkawa.

Sawan,” ujar seorang ibu.

Ada tiga mobil ambulan yang mengantarkan pegawai Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) itu ke pemakamam di Kelurahan Batu Putu tersebut.

Mobil ambulan yang mengantarkan jenazah MISF dari RSUD Abdul Moeloek dan satu mobil ambulan milik Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung.

Lokasi sekitar pemakaman agak jauh dari pemukiman dan dikelilingi perkebunan, dekat jembatan dari PDAM Wayrilau menuju Bumi Kedaton.

Beberapa petugas pemakaman menggunakan pakaian alat perlindungan diri (APD) lengkap dan terlihat babinsa setempat menjaga proses pemakaman dari jarak aman.

Pada keterangan persnya, Kadiskes Lampung dr. Reihana mengatakan, sebelum dimakamkan, jenazah disinfektan dan dimasukan ke kantung jenazah plastik.

Kantung jenazah tersebur tak boleh dibuka, katanya.

Menurut dr. Raihana, pihaknya telah menghubungi pihak keluarga dan menjelaskan proses pemakaman.

 

 

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Kadiskes Pastikan Pusat Salah Ketik, Pasien Covid-19 Lampung Tetap 11

 Perbedaan data yang disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dengan Juru bicara Penanganan Covid-19 Lampung Reihana, tentang...

Pemakaman Jenazah Covid-19 Diambil Alih TNI-Polri

 Penolakan warga terhadap jenazah pasien positif Covid-19 nomor 02 asal Bandarlampung yang meninggal pada Senin (30/3) sehingga baru bisa dimakamkan...

Pusat Sebut Pasien Covid-19 Lampung 12, Kadiskes: Tetap 11

 Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, dalam keterangan persnya di gedung BNPB, Jakarta mengatakan per 3...

Tiga Pasien Baru Covid-19 Lampung Dari Malaysia, Gowa, Dan Bekasi

 Tiga pasien baru positif corona di Lampung yakni pasien 09, 10, dan 11, memiliki riwayat perjalanan ke luar kota.
Translate »