Ilustrasi Oyos Saroso/Ist

Keberhasilan penyelenggaran Pemilu tak sekadar mengacu pada angka partisipasi pemilih. Tingginya partisipasi hanya salah satu tolok ukur untuk menilai pemilu itu sukses.

Menurut jurnalis senior, Oyos Saroso HN, dari seluruh Kabupaten Kota di Lampung KPU Kota Badarlampung yang memiliki kinerja paling bagus. Ukurannya, bukan dari partisipasi politik, tapi dari pendidikan politik yang dilakukan secara masif.

“Jadi jangan menilai keberhasilan pemilu dari partisipasi politiknya saja, tapi juga dari substansi. Kalau partisipasi politiknya 80 persen lebih, tapi politik uangnya juga tinggi, percuma!” tegas Oyos, dalam acara Malam Apresiasi Seni Budaya dan Demokrasi, yang digelar KPU Balam-Komunitas Gedong Meneng (KGM) di Sekrertariat KGM, Jalan Kedelai, Rajabasa, Jumat (6/12) malam.

Baca Juga: KPU Balam-KGM Adakan Malam Apresiasi Seni Budaya Dan Demokrasi

Menurutnya, masyarakat Bandarlampung sudah cerdas dan mampu memilih pemimpin berdasarkan latar belakang dan kemampuannya.

Masih banyak masalah yang harus diselesaikan penyelenggara pemilu, misalnya banyaknya kasus politik uang di depan mata yang tidak bisa ditindaklanjuti. Seperti kasus gula yang sampai sekarang tidak jelas.

“Masalah seperti itu tidak bisa hanya diselesaikan KPU. Apa artinya KPU bagus tapi Bawaslunya tidak bagus!” tegasnya.

Ia berpesan agar KPU terus memperbaiki sistem dan tidak ‘alerg; atau mudah tersinggung ketika dikritik.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here