23.8 C
Bandar Lampung
Minggu 31 Mei, 2020 04:20 WIB
Beranda DAERAH Parsel Cantik Tangkal Corona Ala Keluarga Anshori Djausal

Parsel Cantik Tangkal Corona Ala Keluarga Anshori Djausal

Jelang lebaran, sudah jadi tradisi, masyarakat maupun lembaga mengirim parsel. Anshori Djausal punya parsel kreatif buatan sendiri yang pas saat pandemi Covid-19.

Bersama isteri dan anak-anaknya, tokoh masyarakat Lampung ini menyiapkan parsel berisi berbagai ramuan herbal buat penangkal dan peningkatan imunitas terhadap virus corona.

Lewat sentuhan langsung tangan sang nyonya, Herawati dan anak-anaknya, kemasan parsel dan herbalnya sangat cantik, tak kalah dengan kemasan produk-produk pabrikan atau parsel pesanan.

Parsel herbal tangkal corona keluarga Anshori Djausal/Foto RMOLLampung

Ada sentuhan pribadi dari keluarga Anshori Djausal saat banyak orang lagi galau menghadapi ketidakpastian berakhirnya wabah ini dan “tarik-menarik” kebijakan menghadapi virus corona: lawan atau damai?

Anshori Djausal tak peduli dengan hiruk-pikuk perdebatan tersebut. Dia dan keluarganya asyik-masyuk saja berusaha menyiapkan ramuan yang bisa mendorong peningkatan imunitas tubuh terhadap virus corona.

“Mari kita buat gerakan boosting immunity untuk meningkatkan imunitas dengan rempah lokal, gak tergantung obat yang dari China,” ujar Anshori Djausal, mantan pembantu rektor Unila, Rabu (20/5).

Kemasan parsel dibuat cantik oleh keluarga Anshori Djausal/Foto Anshori Djausal.

“Obat korona yang beredar sekarang semua berasal dari China dan harganya mahal. Biar rakyat minum herbal saja, banyak di kampung, tinggal ngolah,” ujar nahkoda Djausal Centre.

“Berjemur, olahraga, makanan yang sehat, minum herbal untuk peningkatan imunitas, isya-Alloh corona tak betah hidup bersama kita,” ujar budayawan Lampung itu.

Menurut pakar ferosemen ini, banyak herbal yang bisa dikonsumsi masyarakat berdasarkan kearifan lokal sejak nenek moyang dalam upaya pengobatan maupun peningkatan imunitas tubuh.

Anshori Djausal saat mengolah teh daun sungkay buat penangkal virus corona/Foto Levianti

“Di kampung, banyak tanaman yang bisa dimanfaatkan seperti sirih, kelor, sungkay, jahe, kunyit, dan masih banyak lagi asli daerah kita,” ujar ketua Lampung Energi Berjaya itu.

Isi parsel keluarga Anshori Djausal terdiri dari enam macan:

1. Galih Sungkay Daun Sungkai (Peronema canescens) yang dikonsumsi dengan cara diseduh seperti teh. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo telah merekomendasi air rebusan daun sungkai sebagai alternatif penangkal Covid-19.

Air rebusan daun sungkai telah sejak nenek moyang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan demam, sakit kepala, sakit gigi, asma, bahkan penyakit kulit.

“Sama fungsinya dengan klorokuin, teh daun sungkay cukup dikonsumsi seminggu sekali,” ujar Herawati Djausal, mantan dosen biologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung.

Pada keterangan pers di Istana, Jakarta, Jumat (20/3). Presiden Joko Widodo menyebut klorokuin bukan obat antivirus corona tapi bisa menyembuhkan pasien yang terjangkit virus corona.

2. Minyak 4 Pencuri, minyak antivirus, pelindung terhadap virus, bakteri, jamur dan antisepti. Minyak ini telah dikenal sejak pandemi pes (black death) yang terjadi pada Abad XV.

3. Galih Sungkay Daun Kelor (Moringa oleifera). Herbal ini sudah pula banyak yang tahu multigunanya. Daun kelor memang sudah sering digunakan dalam ritual ataupun ramuan tradisional.

Daun ini dipercaya dapat membantu menjaga kadar gula darah, serta memiliki kandunga antioksidan tinggi. Selain itu, kandungan nutrisi daun kelor pun ternyata tak kalah baiknya.

Sebagai komponen yang kerap digunakan dalam obat-obatan tradisional, manfaat daun kelor untuk kesehatan ternyata bukan mitos.

Beberapa penelitian menyebutkan, daun yang satu ini bisa memberikan berbagai manfaat kesehatan, seperti menabah asupan nutrisi, antioksidan, menurunkan kadar gula darah, redakan radang, turunkan kolesterol,

Lainnya, daun kelor dalam melindungi tubuh dari keracunan arsen, atasi kanker, atasi stres dan peradangan otak buat peningkatan daya ingat, atasi dislipidemia yang merupakan salah satu penyakit jantung, cegah anemia, atasi infeksi bakteri, dan masih banyak manfaat lainnya.

4. Galih Sungkay Madu kelulut berasal dari madu lebah trigona, lebah tidak bersengat yang banyak manfaatnya. Di pasaran, harganya lebih mahal dari madu biasa, rasanya asam manis segar. Soal khasiat madu, tak perlu dijelaskan lagi. Banyak literatur bahkan disunahkan rutin mengonsumsi madu buat kebugaran tubuh.

5. Galuh Sungkay Madu Hutan dari lebah dorsata yang rasanya manis sekali.

6. Sabun herbal, sabun buatan sendiri. tanpa bahan kimia, bagus untuk muka dan cuci tangan, pake mandi juga oke.

“Kenapa tidak, bahan herbal dalam negeri, banyak di sekitar kita buat peningkatan imunitas tubuh dalam upaya menangkal virus corona,” tutup Anshori Djausal.

2 KOMENTAR

  1. Luar biasa dan amat membanggakan..sebagai alumni Sipil.ITB..teman kita Anshori Djausal telah menghasilkan hal yg amat berguna dan memberikan inspirasi pada kita semua untuk berbuat sesuatu yg bermanfaat bagi orang banyak..bravo Anshori

  2. Saluut Bang Anshori Djausal, dalam kesibukan yang luar biasa masih menyempatkan membuat terobosan baru yg sangat inspiratif dan membantu pada masa Pandemi Covid19 saat ini, Bravo bang An,

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Daun Sungkai Untuk Imunitas Ada Di Lampung Sejak 13 Tahun Silam

 Sempat viral beberapa waktu lalu bahwa daun sungkai yang direbus bisa meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh untuk...
Translate »