Muhamad Ilyas/Ist

Perkumpulan Advocaten Indonesia (PAI) menilai penembakan hingga tewasnya tahanan yang mencoba kabur dari Mapolsek Tanjungkarang Barat (TKB) bertentangan dengan semangat penegakan hukum dan HAM.

“Aparat kepolisian seharusnya menangkap hidup-hidup tahanan yang kabur, bukan menmbak mati tahanan tersebut.” ujar Direktur LBH PAI Lampung Muhamad Ilyas, SH kepada Kantor Berita RMOLLampung, Minggu (2/2).

Dia berharap aparat kepolisian menjelaskan secara utuh terhadap peristiwa tersebut kepada masyarakat atas beredarnya video tewasnya seorang tahanan di depan Mapolsek TKB, Sabtu (1/2), pukul 07.00 WIB.

PAI meminta Divisi Propam Polda Lampung menginvestigasi peristiwa tersebut, ujarnya.

Eksekusi mati atau menghilangkan hak hidup orang lain/warga negara, dalam hukum positif yang berlaku di Indonesia, hanya bisa dilakukan secara limitatif, katanya.

“Sebagaimana yang diatur dalam Pasal 10 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), pemindaan tersebut harus melalui proses peradilan hingga berkekuatan hukum tetap,” kata Muhamad Ilyas.

Artinya, kata dia, menghilangkan nyawa orang lain tanpa dilakukan secara limitatif adalah tindakan yang bertentangan dengan hukum dan dapat disebut extra judicial killing (pembunuhan di luar hukum).

Muhamad Ilyas memahami penambakan hingga tewas terduga pelaku tindak pidana dapat dibenarkan apabila dilakukan dalam keadaan terpaksa atau pembelaan terpaksa sesuai Pasal 49 KUHP.

Polisi tidak bisa dan dilarang mengeksekusi dengan menembak mati pelaku yang diduga melakukan tindak pidana atau pelaku pidana sekalipun (asas praduga tak bersalah), katanya.

Eksekusi mati hanya bisa dilakukan oleh regu tembak setelah ada putusan pidana mati yang berkekuatan hukum tetap serta telah memenuhi persyaratan sesuai dengan UU No. 2/PNPS/1964.

PAI, katanya, mendorong Polri atay Polda Lampung memperbaiki standar oprasional dalam hal penanganan dan pengamanan tahanan mengingat peristiwa tersebut bukan hanya terjadi di Kota Bandarlampung.

 

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here