RMOLLampung. Barisan kelompok aktivis bertekad ingin meramaikan kontestasi Pemilu tahun 2019 nanti, terutama dalam Pemilihan Legislatif.

Mereka menghimpun segenap kekuatan bersih, progresif dan nasionalis ke dalam wadah Paguyuban Caleg Duafa (PCD), sebagai alat perjuangan memperbaiki citra lembaga legislatif yang kian miring di mata publik.

“Kami akan amankan Pemilu 2019 agar berlangsung secara jujur dan adil. Selama ini, banyak keluhan dan kritik masyarakat bahwa banyak anggota dewan terhormat hanyalah 4D alias datang, duduk, diam dan duit, tak peduli akan janji kampanye. Terlebih, politik transaksional bagi-bagi uang kian merajalela, kursi wakil rakyat hanya menjadi alat tekan bancakan APBN dan APBD, lalai dalam mengontrol kekuasaan agar meningkatkan kesejahteraan rakyat” ujar Ketua Presidium PCD, Syafti Hidayat melalui keterangan pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (21/5).

Uchok, sapaan khas Syafti Hidayat yang juga aktivis di Pro Demokrasi (Prodem) tersebut menerangkan, PCD telah mempersiapkan berbagai kerja-kerja konkrit, dimulai dengan melakukan kampanye terbuka anti politik uang, manipulasi data dan penyalahgunaan kekuasaan negara yang akan merusak Pemilu 2019.

PCD juga akan bergotong royong mendorong terpilihnya para calon legislator dengan rekam jejak kerakyatan yang panjang tetapi minim dalam hal pendanaan keuangan di era demokrasi yang kian liberalistik.

Di awal pendiriannya, Ucok akan dibantu beberapa koordinator wilayah (korwil) PCD, antara lain Ricky Tamba, Nandang Wirakusumah dan Kuldip Diva Singh.

Saking seriusnya nyaleg, beberapa nomor pesan dan grup WhatsApp (WA) PCD telah disiapkan melalui 081311028333/ 081272313198/ 087885956804/ 081388712012, guna menampung aspirasi dan saran dari jejaring calon legislator lintas partai dari berbagai daerah se-Indonesia.

“Pemilu 2019 harus jujur dan adil! Saatnya kita sudahi keterpurukan bangsa dan penderitaan rakyat. Ayo caleg duafa bersatu, kita bertempur gagasan dan komitmen kebangsaan melawan para elit dan politisi busuk yang hancurkan citra legislatif selama ini. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. Terus berjuang bangkitkan daulat rakyat dan jaga NKRI” tegas Syafti Hidayat.

Untuk nyaleg, seseorang harus diusulkan oleh sebuah partai peserta Pemilu. Uchok menegaskan, hingga kini belum ada komunikasi dengan partai politik manapun.

“Yang pasti tujuan kita berantas politik uang dan kecurangan di Pemilu, dan menegakkan daulat rakyat. Karena salah satu alasan. Korupsi itu adalah politik biaya tinggi yang harus BEP secepatnya jika terpilih. Korupsi merusak demokrasi rakyat. Politik uang, korupsi dan kecurangan adalah musuh demokrasi,” pungkasnya. [try]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here