Operasi Cempaka Krakatau 2020 Polda Lampung bersama personel polres/polresta berhasil meringkus 966 pelaku kejahatan beserta barang buktinya.

Mereka terdiri dari 40 tersangka target operasi (TO) dan 966 pelaku kejahatan nontarget operasi, kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad di Mapolda Lampung, Selasa (10/3).

Menurut Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, Operasi Cempaka Krakatau 2020 Polda Lampung berlangsung selama 12 hari (13-24/2).

Dari 966 pelaku,  kepolisian berhasil menyita barang bukti uang senilai Rp 9.421.000 dan beberapa barang bukti lainnya, kata Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad.

Barang bukti yang disita antara lain delapan pucuk senjata api, tujuh butir peluru, 19 bilah senjata tajam, 41 unit sepeda motor, tiga unit mobil, 53 unit ponsel, 3.621 botol miras, 4.014 liter tuak dan 98 barang bukti lainnya, ungkapnya.

Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan Operasi Cempaka Krakatau, menyasar pelaku kejahatan jalanan, seperti pelaku C3, jambret, premanisme, dan pelaku kejahatan lainnya.

Operasi mengedepankan kegiatan represif dan didukung kegiatan preventif, tandasnya.

Mantan Kapolres Kepulauan Meranti Riau ini juga berhasil mengungkap TO tempat sebanyak 56 tempat dengan capaian 87,5 persen dari 64 tempat ditargetkan dalam pengungkapan.

“Untuk TO barang ada 6, yang berhasil diungkap 5 barang dengan capaian 83,3 persen dan untuk TO perkara sebanyak 18 perkara, berhasil diungkap 16 perkara dengan capaian 88,8 persen,”terangnya.

Mantan Kasubbagopinev Bagpenum Ropenmas Divhumas Mabes Polri ini berharap pihaknya bisa menekan segala bentuk pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat.

Kejahatan berupa pemberantasan premanisme, kejahatan jalanan, debt collector yang menggunakan jasa premanisme, prostitusi online, dan perjudian.

“Tujuan digelarnya Operasi Cempaka ini adalah  untuk memberikan rasa aman serta memelihara situasi kamtibmas agar tetap kondusif,” tuturnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here