23.8 C
Bandar Lampung
Selasa 4 Agustus, 2020 06:39 WIB
Beranda EKONOMI NTP Lampung Naik 0,35 persen Pada Juni 2020

NTP Lampung Naik 0,35 persen Pada Juni 2020

 Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Lampung pada Juni 2020 mengalami kenaikan 0,35 persen, atau 91,83.

NTP untuk subsektor pada dan palawija 93,06, NTP hortikultura 96,26, NPT perkebunan rakyat 87,04, NTP peternakan 99,19, NTP perikanan tangkap 100,32 dan NTP perikanan budidaya 100,89.

Menurut Kepala BPS Provinsi Lampung, Faizal Anwar subsektor padi dan palawija di Provinsi Lampung mengalami penurunan sebesar 0,33 persen. Hal ini disebabkan oleh kenaikan Indeks yang diterima petani (It) dan Indeks yang dibayar petani (Ib) masing-masing sebesar 0,05 persen dan 0,38 persen.

“Naiknya Ib sebesar 0,38 persen, akibat dari naiknya Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar 0,52 persen dan naiknya Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) sebesar 0,03 persen,” kata Faizal Anwar.

Sedangkan subsektor hortikultura

NTP-H bulan Juni 2020 Provinsi Lampung mengalami kenaikan sebesar 2,25 persen. Hal ini disebabkan karena It lebih besar dari Ib. Masing-masing sebesar 2,54 persen dan 0,28 persen.

“Naiknya Ib sebesar 0,28 persen, akibat dari naiknya IKRT sebesar 0,43 persen dan turunnya Indeks BPPBM sebesar 0,07 persen,” jelasnya.

Lanjutnya, subsektor tanaman perkebunan rakyat

juga mengalami kenaikan NTP-Pr sebesar 0,67 persen. Kenaikan NTP-Pr disebabkan oleh kenaikan It dan Ib masing-masing sebesar 1,11 persen dan 0,44 persen. Naiknya Ib sebesar 0,44 persen, akibat dari naiknya IKRT dan BPPBM masing-masing sebesar 0,53 persen dan 0,02 persen.

“Subsektor peternakan NTP-Pt mengalami kenaikan NTP-Pt bulan Juni 2020 sebesar 0,91 persen. Kenaikan NTP-Pt karena It dan Ib mengalami kenaikan masing-masing sebesar 1,11 persen dan 0,20 persen. Kenaikan Ib sebesar 0,20 persen disebabkan oleh naiknya IKRT sebesar 0,39 persen dan naiknya BPPBM sebesar 0,09 persen,” jelasnya.

Sementara NTP subsektor perikanan tangkap Pada Juni 2020 mengalami kenaikan sebesar 1,27 persen disebabkan oleh kenaikan It dan Ib masing-masing sebesar 1,72 persen dan 0,45 persen. Kenaikan Ib sebesar 0,45 persen disebabkan oleh naiknya IKRT sebesar 0,58 persen dan naiknya BPPBM sebesar 0,38 persen.

“NTP subsektor perikanan budidaya mengalami kenaikan sebesar 0,63 persen disebabkan oleh kenaikan It dan Ib masing-masing sebesar 0,98 persen dan 0,34 persen. Kenaikan Ib sebesar 0,34 persen disebabkan oleh naiknya IKRT dan BPPBM masing-masing sebesar 0,55 persen dan 0,15 persen,” ujarnya.

EDITOR : Adi

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Translate »