22.8 C
Bandar Lampung
Sabtu 11 Juli, 2020 03:33 WIB
Beranda MKGR Pertanyakan Sense Of Crisis Pemprov Lampung
Array

MKGR Pertanyakan Sense Of Crisis Pemprov Lampung

Ketua DPD Ormas MKGR Lampung, Nizwar Affandi mempertanyakan sedikitnya alokasi dana buat penanggulangan pandemi covid-19 oleh Pemprov Lampung.

Besarnya rasio alokasi anggaran dapat menjadi salah satu tolak ukur sense of crisis yang dimiliki pemimpin suatu daerah, katanya ketika dimintai komentar Kantor Berita RMOLLampung, Rabu (25/3).

“Bagi orang awam seperti kita, kecepatan pemerintah daerah mengalokasikan dan atau merelokasi APBD tentu bisa diartikan sebagai wujud sikap tanggap mereka,” ujarnya.

Dia melihat dana yang sisihkan buat penanggulangan pandemi corona dapat menjadi cermin kemampuan keuangan daerah sekaligus juga kemauan atau kepedulian pemerintah daerah terhadap masalah yang tengah dihadapi warganya.

Nizar Affandi juga mengaku prihatin karena dari keterangan Kepala Bakuda jelas tergambar bahwa yg dialokasikan hanya dana-dana yang memang idle alias cadangan alias yg memang belum diproyeksikan untuk digunakan.

Belum ada efisiensi berupa pembatalan program atau pengurangan pembiayaan kegiatan atau pengalihan anggaran dari OPD tertentu, ujarnya.

Yang lebih membingungkannya, ada pernyataan dari Kepala Bakuda Pemprov bahwa jika anggaran ini kurang justru yang akan dipangkas adalah kegiatan di Dinas Kesehatan dan RSUD Abdoel Moeloek?

“Kok bisa yamg akan dipangkas malah anggaran di OPD dan unit teknis yg berurusan langsung dgn pandemi ini?” kata Nizar Affandi penuh tanda tanya.

Anggaran

Pemprov Lampung termasuk paling “merkidil” alias pelit dibandingkan dengan empat provinsi jiran, yakni Rp37 M atau 0,47 persen dari totalAPBD Lampung 7,8 T.

Hasil browsing Kantor Berita RMOLLampung, Rabu (25/3), persentase alokasi dana yang dianggarkan Provinsi Lampung paling sedikit.

Provinsi Bangka Belitung, walau APBD-nya separuh Lampung, Rp3,1 T, kepala daerahnya mengalokasikan Rp25 M atau. 0,81persen dari APBD.

Sedangkan tiga provinsi jiran lainnya, Provinsi Jawa Barat mengalokasikan Rp500 M atau 1,08 persen dari APBD Rp46 T buat mengatasi pandemi covid-19.

Provinsi Banten mengalokasikan Rp153 M atau 1,16 persen dari APBD mereka 13,2 T untuk mengatasi pandemi covid-19.

Provinsi Sumatera Selatan mengalokasikan Rp100 M atau 0,95 persen dari APBD-nya Rp10,6 T untuk pandemi covid-19.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Lampung Berduka, Subki Elyas Harun Meninggal

Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun.  Mantan Wakil Gubernur Lampung periode 1980-1988 dan 1998-1990, Subki Elyas Harun, wafat, Jumat (10/7), pukul 21.40 WIB, di...

Asal Krui, Jenazah Dalam “Freezer” Kapal Ikan China

Mayat anak buah kapal (ABK) dalam ruang pendingin (freezer) kapal penangkap ikan China ternyata pemuda asal Desa Rawas, Kecamatan Pesisir Tengah, Krui, Kabupaten Pesisir...

Diniyyah Putri Lampung Resmi Jadi Institut Pertama Di Pesawaran

 Yayasan Pendidikan Diniyyah Putri Lampung (DPL) resmi menerima Salinan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bertempat di Ruang...

Honor THL Rp 70 Ribu, DPRD: Disdik Tanggamus Harus Cepat Bertindak

 Honor minim selama 5 tahun yang diterima Tenaga Harian Lepas (THL) di SDN 1 Tiyuh Memon, Kecamatan Pugung,...
Translate »