Ketua Fraksi Gerindra Rahmad Mirzani Djausal ikut komentar soal pemasangan pagar beton diarea sepanjang SMA 5 dan SMP 29 Bandarlampung yang kini menimbulkan pro dan kontra.

Menurut Mirzani, perlu ada kajian sebelum pembokaran. Hearing komisi V DPRD sudah dilakukan, pekan lalu dengan memanggil pihak kepala sekolah SMA-5 dan Diknas.

Hasilnya? DPRD sepakat untuk mengumpulkan data-data terkait pemagaran beton di area sekolah tersebut, kami tidak ingin gegabah dalam hal ini,” kata Ketua Fraksi Gerindra Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, Selasa (10/3).

Pemasangan pagar beton dikerjakan anak perusahaan PT Lautan Teduh (PT Hasil Karya Kita Bersama) dan rencana akan dibangun ruko. Masalah tersebut, kini membuka peluang terjadi pelanggaran.

“Kami minta bantuan juga kepada pihak Disdik dan sekolah untuk mengumpulkan data-datanya, apakah pembangunan melanggar atau tidak,” ungkap wakil rakyat asal dapil 1 Bandarlampung.

Dia berharap, taman kota yang menjadi aset Pemkot dapat mengutamakan lingkungan dalam pembangunan.

“Pembangunan tentu kita support sepanjang varalel dengan lingkungan,” tutup Sekretaris Komisi V ini.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here