Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lampung-DN Universitas Malahayati protes keterlibatan aparat kepolisian terhadap permasalahan mereka dengan pihak Universitas Malahayati.

Mereka merasa diteror dan diintimidasi intel Polresta Bandarlampung dan Polda Lampung pancaancaman ancaman pihak kampus atas buntut aksi yang dilakukan LMND atas berlarut-larutnya konflik di Papua.

Pada aksinya di depan Polresta Bandarlampung dan Polda Lampung, Sabtu (28/12), mereka membentangkan spanduk bertuliskan: Polda Lampung dan Polresta Bandarlampung hentikan intimidasi, teror, terhadap kampis beserta mahasiswa Universitas Malahyati.

Para mahasiswa juga mengacungkan tulisan protes pakai kertas antara lain: Polda Lampung, Polresta Bandarlampung, Stop Inimidasi Kampus dan Mahasiswa. Tulisan lainnya: Wujudkan Pendidikan Gratis-Ilmiah-Demokratif.

Seorang orator dengan pengeras suara mengatakan pihak kepolisian sebagai pelindung masyarakat tak sepatutnya mengintervensi kampus atas permasalahan mereka terhadap pihak kampus.

Para aktivis LMND Lampung mengaku pihak kampus mengancam akan melakukan pencabutan beasiswa dan pelarangan mengikuti UAS bagi mahasiswa Eksekutif Komisariat LMND-DN Universitas Malahayati.

Terakhir, Kamis (19/12), pihak Universitas Malahayati, melalui Dekan Fakultas Hukum Universitas Malahayati Aditia Arief Firmanto, SH, MH, memanggil Ketua Wilayah LMND-DN Lampung Kristina Tia Ayu.

Jumat (20/9), ketika bertemu, Aditia menyampaikan bahwa mahasiswa yang tergabung dalam LMND-DN tidak dapat mengikuti UAS dan pencabutan bea siswa dengan alasan aktivitas politik yang dilakukan LMND-DN Lampung terkait isu Papua.

Pihak kampus minta dihentikan aksi-aksi tersebut dan pemanggilan tersebut merupakan peringatan terakhir sampai menjelang UAS.

Sebelumnya, Kristin dipanggil pula pihak kampus atas aksi bertema “Kebebasan Berpendapat adalah Hak Asasi, Hentikan Kriminalisasi dan Bebaskan Aktivis Pro Kemerdekaan Papua Tanpa Syarat” di depan Universitas Bandar Lampung (UBL),Rabu (18/9).

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here