Mentan Amran Klaim Kebijakan Prabowo Dongkrak Harga Singkong di Lampung

•PEMERINTAHAN
externalexternalexternalexternal
Mentan Amran Klaim Kebijakan Prabowo Dongkrak Harga Singkong di Lampung
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Pringsewu/dok Kementan

Article Header ImageMenteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengklaim kebijakan Presiden Prabowo Subianto berhasil mendongkrak harga singkong di Lampung dari sebelumnya sekitar Rp700 menjadi Rp3.000 per kilogram.

Menurut Amran, kenaikan harga tersebut tidak terlepas dari kebijakan pemerintah menghentikan impor singkong sebagai upaya melindungi petani dalam negeri.

“Sebagaimana arahan Bapak Presiden, harga pupuk bersubsidi turun. Kemudian untuk singkong, kami diperintahkan menghentikan impor. Hasilnya, harga singkong yang sebelumnya sekitar Rp700 per kilogram sekarang mencapai Rp3.000 per kilogram,” ujar Amran di Pringsewu, Lampung, Minggu 25 Oktober 2026.

Amran mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat posisi petani, baik melalui pengendalian biaya produksi maupun peningkatan harga jual hasil pertanian.

Selain harga singkong, Amran menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional telah mencapai 131,11. Angka tersebut diklaim menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

“Nilai tukar petani sekarang 131, tertinggi selama Republik ini berdiri. Inilah karena kebijakan-kebijakan kita, serta kolaborasi pemerintah pusat dan daerah,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebut kebijakan pemerintah pusat turut berdampak pada harga sejumlah komoditas unggulan Lampung.

Menurutnya, padi, jagung, dan singkong merupakan komoditas yang berkaitan dengan kehidupan hampir 60 persen masyarakat Lampung.

“Semenjak Pak Prabowo menjadi presiden, harga pupuk murah, kemudian harga komoditas jadi ikut naik, padi naik, jagung naik, singkong naik,” ujar Mirza.

Ia mengatakan, membaiknya harga komoditas pertanian juga diikuti peningkatan aktivitas ekonomi di sejumlah wilayah pertanian.

Salah satu indikator yang disorot adalah pertumbuhan pembelian kendaraan bermotor di Lampung.

Berdasarkan data Pemprov Lampung, jumlah kendaraan bermotor baru pada semester I 2026 mencapai 83.515 unit, meningkat dibandingkan 68.370 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kendaraan roda dua meningkat dari 62.464 menjadi 74.892 unit, sedangkan kendaraan roda empat bertambah dari 5.906 menjadi 7.213 unit.

“Pembelian kendaraan di kabupaten-kabupaten pertanian meningkat. Kami juga melihat indikator konsumsi lain yang tumbuh. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi di wilayah pertanian bergerak,” kata Mirza.

Meski demikian, peningkatan pembelian kendaraan tersebut belum dapat secara langsung dikaitkan seluruhnya dengan kenaikan pendapatan petani.

Selain menjaga harga komoditas, Pemprov Lampung juga mendorong hilirisasi singkong menjadi produk olahan bernilai tambah, salah satunya tepung mocaf.

Mirza mengungkapkan adanya rencana ekspor mocaf dari Lampung ke Amerika Serikat pada November 2026.

“Ini semua terjadi karena kebijakan Presiden yang tepat menaikkan harga komoditas, menjaga petani-petani kita semangat untuk melakukan hilirisasi,” ungkapnya.

Amran menegaskan pemerintah akan terus mendukung kebutuhan petani, termasuk melalui penyelesaian regulasi yang berkaitan dengan peningkatan keuntungan sektor pertanian.

“Kami mendukung apa yang dibutuhkan petani. Regulasi yang diperlukan untuk kepentingan dan keuntungan petani akan kami selesaikan,” tegasnya. Article Image

Editor : Faiza Ukhti Annisa

Kata Kunci


Berita Terkait