Usaha merahasiakan kematian Hartono (39), pekerja outsourching di areal tambang PTBA itu, semakin mengarah pada kuatnya dugaan meninggal karena adanya kesengajaan PT.Bukit Asam Tbk.

Pasalnya, meski tidak ada prosedur hukum untuk olah kejadian tempat perkara (TKP) oleh aparat kepolisian dan jajaran pengaman di PTBA, SOP keamanaan bekerja di zona tambang, diabaikan.

“Tono sedang dandan, beliau bagian koperasi dan perawatan mesin, begitu masuk ke bawah, mesin tiba-tiba dijalankan,” tutur Anto (37), rekan Hartono yang melihat kejadian.

Sambil nama aslinya minta dirahasiakan, Anto berpendapat ada indikasi kesengajaan.

Mestinya, kata dia, jika ada orang dandan, mesin wajib dimatikan.

“SOP-nya, jika ada yang dandan, kunci mesin dibawa yang sedang berdandan atau ada petugas pengawas,” jelas Supri, salah satu mandor bagian teknik di perusahaan yang jadi Subkon di PTBA.

Memastikan penjelasan Anto dan Supri, dua reporter RMOLLampung berniat masuk ke area tambang, lokasi kejadian yang menewaskan Hartono.

“Almarhum kulitnya terkelupas, hancur badannya, terseret mesin belt conveyor lebih 15 meter,” kata dia.

Bisa masuk ke area tambang, bukan perkara mudah.

Sambil menunggu upaya izin resmi dari pihak PTBA, RMOLLampung memastikan kondisi korban dengan mewawancarai keluarga almarhum di rumah keluarga korban.

Suasana sunyi, masih mengesankan berduka. Terlihat dari kondisi rumah Hartono (39). Tahlil yang digelar setiap malam Jumat, masih menyisakan tenda yang menutup jalan Kolam Atas, Sabtu, 22 Februari 2020.

Jalan Kolam Atas, terletak di pinggir sebelah barat, merupakan lorong dari Jalan Kolam Kadir di kompleks perumahan BTN, Air Paku, Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim.

Rumah almarhum Hartono, sepi. Ketua RT yang rumahnya berjarak sekitar 700 meter itu, menyarankan agar RMOLLampung ke rumah orang tua Tono. Sapaan akrab almarhum Hartono di kompleks BTN itu.

Ayah almarhum, Wijayanto yang ditemui di rumahnya. Berada di Blok T Nomor 27, menceritakan. Tidak tega melihat tubuh korban.

“Murni itu, kecelakaan itu kesalahan perusahaan, kenapa ada orang dandan kok mesin hidup,” kata dia pada RMOLLampung.

Melalui jalur piket malam, dua reporter berhasil masuk ke area tambang. Namun demikian, begitu sampai Simpang Bako, sopir bus yang mengantar dua reporter rmollampung, berputar balik. “Tidak berani, resiko besar ada di kami, di sana banyak CCTV,” kata dia setelah tahu maksud dan tujuan masuk ke area tambang. Yakni, berniat mengambil foto mesin yang menewaskan Hartono.

Pukul 23.15, Rabu, 4 Maret 2020, reporter media ini diantar ke Zoo & Jogging Track milik PTBA. Lokasi pertemuan dengan pihak Security tambang. Jika dari Pasar Tanjung Enim, setelah menyeberang jembatan, ke kiri arah Kantor Pusat PTBA dan ke arah kanan, menuju lokasi tambang.

Zoo & Jogging Track milik PTBA, persimpangan menuju lokasi tambang.

Akan tetapi, banyak penjaga dan portal, tidak semua orang bisa masuk ke lokasi itu. “Kamu orang bisa sampai Simpang Bakau saja sudah prestasi itu,” canda Udin, sapaan akrab sopir bus karyawan yang mengantar.

Meski malam hari, lokasi tambang menunjukkan tak pernah tidur. Lampu tembak (lampu sorot) dimana-mana, sorot mercusuar dan suara mesin-mesin bergemuruh. Jarak tempuh antara Zoo & Jogging Track milik PTBA ke Simpang Bakau, sekitar 27 menit perjalanan menggunakan bus. Dua reporter RMOLLampung sudah melihat jurang-jurang hitam dan lampu-lampu eksavator berkedip-kedip kuning dari kejauhan.

“Tolong jangan foto, mati kagek kita,” bentak sopir yang mengantar.
Meski upaya melihat lokasi kecelakaan yang menewaskan almarhum Tono gagal, sas-sus yang berkembang di area tambang.

Kecelekaan itu disebabkan, karyawan PTBA yang menjadi pengawas, masih baru. “Itu karyawan PTBA yang jadi pengawas pegawai baru, idak tahu prosedur, ada yang dandan begitu lihat mesin mati, langsung dinyalakan, ” kata Udin.

Dia menyarankan, menghubungi langsung Suhedi, Ketua Teknik Tambang di PTBA.

Disebutnya, GM UPTE itu pasti tahu semua kronologis kejadiannya. “Termasuk kalau mau masuk ke lokasi, tidak seperti sekarang, kayak maling, gek kalau bareng beliau, mau ke mana saja aman,” ujar dia. (END/RMOL)

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here