23.9 C
Bandar Lampung
Selasa 4 Agustus, 2020 03:29 WIB
Beranda EKONOMI Mei 2020, Perdagangan Luar Negeri Lampung Surplus Hanya 69,15 Juta Dolar AS

Mei 2020, Perdagangan Luar Negeri Lampung Surplus Hanya 69,15 Juta Dolar AS

 Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, perdagangan luar negeri Provinsi Lampung pada Mei 2020 mengalami surpuls sebesar 69,15 juta dolar AS.

Ini mengalami penurunan dibandingkan surpuls pada bulan April 2020 yang mencapai 172,26 juta dolar AS.

Lebih rinci, nilai ekspor Provinsi Lampung pada Mei 2020 mencapai 174,21 juta dolar AS, mengalami penurunan sebesar 72,57 juta dolar AS atau turun 29,41 persen dibanding ekspor April 2020 yang tercatat 246,78 juta dolar AS.

“Nilai ekspor Mei 2020 ini jika dibandingkan dengan Mei 2019 yang tercatat 252,51 juta dolar AS, mengalami penurunan sebesar 78,30 juta dolar AS atau turun 31,01 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Lampung, Faizal Anwar, Rabu (1/7).

Menurutnya, penurunan ekspor Mei 2020 terhadap April 2020 terjadi pada sepuluh golongan barang utama yaitu ampas/sisa industri makanan turun 58,30 persen, batu bara turun 55,08 persen, kopi, teh, rempah-rempah turun 40,40 persen, bubur kayu/pulp turun 38,74 persen.

“Karet dan barang dari karet turun 28,17 persen, ikan dan udang turun 27,24 persen, daging dan ikan olahan turun 12,88 persen, lemak dan minyak hewan/nabati turun 12,58 persen, olahan dari buah-buahan/sayuran turun 7,71 persen, dan berbagai produk kimia turun 1,22 persen,” jelasnya.

Sedangkan nilai impor Provinsi Lampung pada Mei 2020 mencapai 105,06 juta dolar AS atau mengalami peningkatan sebesar 30,53 juta dolar AS atau naik 40,97 persen dibanding April 2020 yang tercatat 74,53 juta dolar AS.

“Nilai impor Mei 2020 tersebut lebih rendah 376,29 juta dolar AS atau turun 78,17 persen jika dibanding Mei 2019 yang tercatat 481,35 juta dolar AS, ujarnya.

Lanjutnya, dari sepuluh golongan barang impor utama pada Mei 2020, enam diantaranya mengalami peningkatan, masing-masing adalah lokomotif dan peralatan kereta api naik 162,51 persen, biji-bijian berminyak naik 154,51 persen, ampas/sisa industri makanan naik 79,55 persen, gandum-ganduman naik 41,00 persen, mesin-mesin/pesawat mekanik naik 16,24 persen, dan berbagai produk kimia naik 7,86 persen.

“Sementara golongan barang impor utama yang mengalami penurunan adalah pupuk turun 54,16 persen, bahan kimia organik turun 40,67 persen, binatang hidup turun 27,90 persen, dan gula dan kembang gula turun 9,06 persen,” jelasnya.

EDITOR : Adi

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

BPS: Penduduk Miskin Lampung Bertambah

 Berdasarkan data BPS Provinsi Lampung, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis...

Waka Polres Tanggamus Berharap BPS Bisa Menuju WBK Dan WBBM

 Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung bersama BPS kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah...

Perdagangan Luar Negeri Lampung Surplus 172,26 Juta Dolar AS

 Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung pada April 2020 mengalami...

Isi Sensus Online, Bandarlampung ÔÇÿDikalahkanÔÇÖ Pringsewu Dan Lamteng

 Kota Bandarlampung urutan 3 dalam pengisian sensus penduduk secara online di Lampung. Kepala Badan Pusat...
Translate »