23.3 C
Bandar Lampung
Sabtu 6 Juni, 2020 02:13 WIB
Beranda OPINI Masyarakat Mulai Panik Akibat Corona, Mana Pemerintah

Masyarakat Mulai Panik Akibat Corona, Mana Pemerintah

OLEH FEBY SATRIA

PANDEMI covid-19 agaknya bakal memporakporandakan sosial ekonomi dan politik dunia dan tak terkecuali Indonesia.

Rupiah semakin terkulai dan pesta demokrasi serentak yang telah dirancang jauh hari bakal molor hingga penghujung tahun depan.

Sebagian masyarakat mulai phobia terhadap virus corona sehingga memunculkan penimbunan alat medis, pelindung diri, serta sembako untuk kepentingan sendiri.

Nilai-nilai kemanusiaan seketika tergerus oleh kekhawatiran terhadap wabah virus corona.

Semua terancam kacau.

Dalam situasi seperti ini, pemerintah seharusnya bertindak tegas terhadap para pelaku sebelum masyarakat semakin panik oleh situasi ini.

Pemerintah harus hadir saat bangsa ini sudah berada di ujung instabilitas ekonomi dan politik dengan cara pembentukan satgas-satgas untuk melantak mereka yang hanya mementingkan diri sendiri.

Mahasiswa dapat menjadi relawan penyaluran logistik kepada masyarakat, paramedis, atau siapa saja yang membutuhkannya.

Mahasiswa hukum dapat ikut andil dalam satgas bersama aparat kepolisian aksi merazia orang-orang yang yang berkeliaran tak jelas di luar rumah.

Hal itu upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Pemerintah harus menjamin biaya pengobatan bagi mereka yang terinfeksi covid-19 ini dan menyiapkan kurang lebih 100 rumah sakit  di seluruh Indonesia.

Namun, jika menyimak pemberitaan, pemerintah masih jauh panggang dari api.

Pemerintah belum memberikan jaminan bahwa seluruh alat kesehatan diperlukan untuk kesehatan dan deteksi awal sudah cukup buat menghadapi pademi covid-19.

Pemerintah bagaimanapun harus paling bertanggung jawab dalam upaya penanggulangan wabah ini.

Para pendatang, WNA harus dilarang masuk ke Indonesia dan warga juga harus membatasi perjalanan ke luar daerah.

Pemerinah Joko Widodo bisa saja dituduh melanggar konstitusi jika tidak bersika.

Pembukaan UUD 1945 jelas berpesan akan melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia.

Pemerintah terkesan lamban dan masih belum padunya respon pemerintah dalam menangkal wabah pandemic global ini.

Bahkan, sepertinya,  tidak ada usaha yang sungguh-sungguh sampai sudah sekitar 500 orang terjangkit virus corona.

Mana ide pemerintah dalam usaha penanggulangan covid-19 yang makin hari makin bertambah jumlah korbannya.

Pemerintah jangan hanya memberikan intruksi kepada elemennha namun strategi ini kian hari kurang berdampak positif bagi korban yang terkena wabah COVID-19.

Dan, kita harus pikirkan pula kondisi ekonomi Indonesia jika wabah ini terus menjalar kemana-mana.

Para buruh dan pedagang kecik bisa kehilangan mata pencahariannya akibat sepinya pembeli.

Pemerintah harus mengatasi banyaknya masalah agar masyarakat merasa ada yang melindungi mereka dari virus corona yang tak terlihat secara kasat mata.

Ayo penguasa, tegaslah demi Ibu Pertiwi.

(*) Ketua Umum HMI Komisariat Sosial Politik Universitas Lampung

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Bantuan PKH Dan BPNT Di Pekon Sukaraja Semaka Carut Marut

 Carut marut terjadi dalam penyaluran Bantuan Kesejahteraan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)...

Tak Ada Yang Gratis, Rapid Test Pelaku Perjalanan Dinas Dibayari Pemerintah

 Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, membenarkan rapid test harus bayar Rp 350 ribu. Ia...

Rapid Test Di Diskes Lampung Bayar Rp 350 Ribu

 Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Cabang Lampung yang juga wali santri, mengeluhkan biaya rapid test yang terlalu...

Gempa Tektonik 4,9 SR Di Lepas Pantai Kabupaten Pesisir Barat

Gempa tektonik berkekuatan 4,9 scala richter (SR) menggetarkan Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung,Jumat (5/6), pukul 11.04 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),...
Translate »