Aksi GRAK Lampung di Tugu Adipura, Bandarlampung/RMOLLampung

Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GRAK) Lampung menuntut pengusutan dana desa di Kabupaten Lampung Barat dan anggaran Diskominfo Kota Metro.

Mereka menyuarakan tuntutannya dengan menggelar aksi di Tugu Adipura, Kota Bandarlampung, Kamis (27/2).

Menurut Koordinator Aksi, Chaidir, banyak anggaran negara yang terbuang sia-sia akibat perilaku korupsi yang terang-terangan di Provinsi Lampung.

“Para pelakunya sudak tidak lagi sungkan untuk mengeruk uang negara dalam memperkaya diri supaya terlihat seperti orang terpandang,” jelasnya.

Tambahnya, korupsi di Lampung terjadi karena penegakan hukum yang terkesan lamban dalam menghadapi tingkah para korupsi yang penuh drama dan rayuan palsu.

“Penegak hukum dan Kejaksaan tinggi negeri harus proaktif mengungkap praktik korupsi dana desa, agar dana negara bisa berfungsi maksimal untuk pembangunan masayarakat desa,” ujarnya.

Ia mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan Tinggi Lampung agar segera mengusut mengusut tuntas kasus korupsi yang terjadi di provinsi Lampung, terutama yang berhubungan dengan korupsi dan realisasi dana desa.

“Besar harapan dan keyakinan kami jika Kejaksaan Tinggi Lampung masih memiliki integritas dalam bersama-sama menyelamatkan negeri dari belenggu korupsi, kolusi dan Nnpotisme,” jelasnya.

Empat Tuntutan GRAK

1.Usut tuntas dugaan KKN dana desa di Kabupaten Lampung Barat.

2. Segera penjarakan ketua dan bendahara Apdesi Kabupaten Lampung Barat.

3.Periksa realisasi anggaran Diskominfo Kota Metro yang sarat KKN.

4. Adili Kepala Diskominfo Kota Metro.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here