Aksi massa di depan Gedung DPRD Lampung mendapat pengawalan ketat/ RMOLLampung

Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Lampung Memanggil, menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja. Aksi berlangsung di depan Gedung DPRD Lampung, Selasa (10/3).

Presiden BEM Universitas Lampung, Irfan Fauzi Rachman mengatakan Omnibus Law RUU Cipta Kerja tidak pro rakyat.

“Aksi ini untuk mendesak DPRD Lampung untuk membuat pernyataan sikap menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja dan sampaikan langsung ke pemerintah pusat dalam hal ini DPRRI,” kata Irfan.

Ia juga mengajak semua eleman yang ada di Lampung untuk bergabung dalam gerakan tolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

“Ini adalah rangkaian aksi dari berbagai daerah yang nantinya akan kami satukan kekuatan dari masing masing wilayah ke aksi nasional nanti,” jelasnya.

Tambahnya, massa aksi akan memberikan waktu 3 hari untuk DPRD untuk memenuhi tuntutan.

“Kalau tidak dipenuhi, kita akan beri tuntutan yang lebih ekstrim bahkan meminta untuk turun dari anggota dewan yang mewakili kita,” ujarnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here