32 C
Bandar Lampung
Sabtu 6 Juni, 2020 13:51 WIB
Beranda HUKUM Mantan Wabup Lampung Utara Sri Widodo Disebut Minta Proyek

Mantan Wabup Lampung Utara Sri Widodo Disebut Minta Proyek

 Mantan Wabup Lampung Utara, Sri Widodo disebut meminta paket proyek di Dinas PUPR kepada Eks Kadis PUPR, Syahbudin.

Hal ini diungkapkan oleh Taufik Hidayat saat sidang di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (9/4).

“Pak Sri Widodo minta paket pekerjaan ke Pak Syahbudin. Saya tahunya dari Pak Akbar (adik kandung Agung Ilmu Mangkunegara),” jelas Taufik.

Menurutnya, karena paket pekerjaan di dinas PUPR sudah dibagi-bagi, Syahbudin minta paket pekerjaan kepada Akbar untuk diberikan ke Sri Widodo.

“Pak Syahbudin kurang paket, beliau meminta sebagian paket pekerjaan ke pak Akbar,” ujarnya.

Lanjutnya, total proyek perkerjaan yang diberikan ke Sri Widodo sebesar Rp 8 miliar. “Rp 5 miliar dari pak Akbar, karena masih kurang pak Sri Widodo beli Rp 3 miliar dari rekanan,” kata Taufik.

Pada sidang itu Taufik juga menyebutkan tim sukses pemenangan Agung Ilmu Mangkunegara mendapat proyek pekerjaan.

“Awal Januari 2015, saya diminta beliau (Agung Ilmu Mangkunegara) mampir ke rumah dinas. Disana beliau menyampaikan kepada saya bahwa untuk tim relawan (yang membantu dalam kemenangan sabagai bupati) dipikirkan dan kamu koordinasikan dengan Syahbudin dan Dani (adik kandung Agung Ilmu Mangkunegara),” jelasnya.

Menurutnya, yang dimaksud memikirkan tim relawan berkaitan dengan proyek pekerjaan atau bisa dikatakan bagi-bagi proyek. “Yang menentukan tim relawan itu simpul yang mulia,” ujarnya.

Lanjutnya, yang menghubungi adalah koordinator tim relawan yang menaungi masing-masing wilayah. “Saya menghubungi Tohir Hasin, Adi Idris sebagai Sekertaris Partai Hanura, Suhaimi, Sopian, Robi dan Tabrani untuk menanyai kesanggupan setoran,” jelasnya.

Lalu, ia sampaikan kepada Syahbudin dan Akbar nama-nama tim relawan yang minta paket pekerjaan. “Mereka bilang ya sudah asal tidak lupa dengan kewajiban setoran di awal perkerjaan,” kata Taufik.

Menurutnya, yang menentukan presentase besaran setoran sebesar 20 persen untuk pekerjaan fisik adalah Syahbudin dan Akbar. “Ada kewajiban 20 persen dari nilai proyek perkerjaan,” ujarnya.

Saat itu tim relawan ada ketidaksanggupan dalam pembayaran setoran yang telah disepakati. “Mereka menyanggupi untuk membayar setoran di akhir perkerjaan dengan persentase yang sama,” jelasnya.

Lanjutnya, pada tahun 2015 ia menerima setoran dengan total Rp 1,2/1,5 miliar, 2016 total setoran Rp 2,9 miliar, dan 2017 total setoran Rp 5 miliar. “Setroran itu saya serahkan ke Syahbudain melalui Hendri Yadi Irawan,” jelasnya.

EDITOR : ADI

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Bachtiar Basri Tegaskan Tidak Kecipratan Fee Proyek Lampung Utara

 Wakil Gubernur Lampung periode 2014-2019, Bachtiar Basri mengaku kenal dengan Agung Ilmu Mangkunegara saat menjelang Pilkada 2014.

Didepak Sri Widodo, Syahbudin Dipakai Bupati Agung Lagi

 Saat menjabat Plt. Bupati Lampung Utara, Sri Widodo mengganti Kepala Dinas PUPR, Syahbudin dengan Franstori.

Kadiskes Buka-Bukaan Soal Borok Proyek Lampung Utara

 Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Lampung Utara, dr Maya Merissa buka-bukaan soal borok proyek di kabupaten ini. Mulai jatah...

Kerabat Agung Diminta Serahkan Uang Untuk Umrah

 M Ridho Al Rasyid selaku Sekretaris BPRD Lampung Utara mengaku pernah diminta mantan Kadis PUPR Syahbudin memberikan titipan...
Translate »