Kabar duka menyelimuti dunia birokrasi dan politik Lampung. Santori Hasan, mantan Bupati Tulangbawang pertama, meninggal dunia di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Bandar Lampung, Kamis, 22 Oktober 2026, pukul 03.01 WIB.
Santori mengembuskan napas terakhir pada usia 82 tahun. Kepergiannya menjadi kehilangan bagi masyarakat Lampung, khususnya Kabupaten Tulangbawang yang pernah dipimpinnya pada periode 1997–2002.
Kabar wafatnya tokoh senior tersebut menyebar melalui berbagai platform media sosial dan grup percakapan WhatsApp. Ucapan belasungkawa dan doa pun mengalir dari sejumlah tokoh.
Salah satunya disampaikan Kolonel TNI (Purn) Sunardi, mantan Bupati Lampung Selatan sekaligus mantan anggota DPRD Provinsi Lampung.
Melalui pesan yang dibagikannya, Sunardi memanjatkan doa agar almarhum mendapat ampunan dan rahmat Allah SWT, serta memperoleh tempat terbaik di sisi-Nya.
“Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, lapangkanlah kuburnya, jadikanlah surga sebagai tempat istirahat terakhirnya,” tulis Sunardi.
Sunardi juga menyampaikan rencana pemakaman almarhum. Jenazah Santori Hasan akan disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka di Hajimena, Lampung Selatan, sebelum dimakamkan di Way Kanan.
“Rencana jenazah akan disemayamkan di rumah duka Hajimena pagi ini dan akan dikebumikan di Way Kanan,” kata Sunardi.
Bupati Pertama Tulangbawang
Santori Hasan merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah pemerintahan Kabupaten Tulangbawang. Ia tercatat sebagai bupati pertama daerah tersebut dan memimpin pada periode 1997–2002.
Ia terpilih pada 24 November 1997 dan dilantik pada 9 Desember 1997 untuk menjalankan pemerintahan di kabupaten yang saat itu baru terbentuk.
Santori lahir di Negeriagung, Way Kanan, pada 25 Oktober 1943. Ia merupakan putra Nur Hasan dan memiliki adik kandung, Marsidi Hasan, yang dikenal sebagai mantan wakil bupati sekaligus politikus Partai Golkar di Way Kanan.
Selain berkiprah di pemerintahan daerah, Santori juga melanjutkan perjalanan politiknya di tingkat nasional. Pada Pemilu 2004, ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari daerah pemilihan Lampung.
Kepergian Santori Hasan menandai berpulangnya salah satu tokoh senior yang pernah mewarnai perjalanan birokrasi dan politik Lampung, baik di tingkat daerah maupun nasional. 
