Rakhmat Husein DC menganggap Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Karomani, M.Si. telah maladministrasi atas pengangkatan Nanang Trenggono sebagai juru bicaranya (jubir).

Selain itu, BPK RI juga harus menindaklanjuti dugaan pelanggaran penggunaan anggaran Unila yang merupakan bentuk pemborosan anggaran atas penunjukan jabatan jubir rektor.

“Selamat datang Ombudsman Lampung dalam potensi maladministrasi Unila,” ujar Koalisi Rakyat Lampung untuk Pemilu Bersih (KRLUPB) itu kepada Kantor Berita RMOLLampung, Rabu (11/3).

Selain itu, BPK RI juga harus menindaklanjuti dugaan pelanggaran penggunaan anggaran Unila yang merupakan bentuk pemborosan anggaran atas penunjukan jabatan jubir rektor.

Menurut Rakhmat Husein DC, maladministrasi berdasarkan Pasal 45, ayat 4, Statuta Unila yang sesungguhnya memberi celah rektor untuk bisa menambah jabatan, organisasi baru, asalkan ada revisi statuta yang disetujui Kemendikbud dan Kemen-PAN.

Nah masalahnya hingga kini belum ada revisi dan belum ada persetujuan statuta baru tiba-tiba muncul SK Rektor mengangkat Nanang Trenggono sebagai jubir.

“Ini potensi maladministrasi yang mesti ditindaklanjuti Komisi Ombudsman,” tandas Rakhmat Husein DC yang sempat memimpin aksi money politik Pilgub Lampung 2018 yang ketua KPU-nya Nanang Trenggono.

Dia mempertanyakan jika memang Nanang Trenggonon berdalih bahwa larangan berpendapat bagi akademisi adalah pelaksanaan Statuta Unila dipasal berapa ada pengangkatan jubir rektor?

“Tak hanya di Statuta Unila, saya teliti di Permendikbud No 72 Tahun 2014 tentang Peraturan Organisasi dan Tata Kerja Universitas Lampung juga tidak ada pasal penunjukan jubir rektor,” ujarnya.

Ombudsman Lampung seyogyanya bisa masuk dalam dugaan maladmistrasi Unila, tandasnya.

“Pak Nanang menyampaikan dalam klarifikasinya bahwa apa yang disampakannya adalah poin-poin dari Peraturan Menteri Ristekdikti No. 6 Tahun 2015 tentang Statuta Universitas Lampung,” katanya.

Kenapa sejak Statuta Unila itu ada tahun 2015 baru hari ini Unila menunjuk jubir rektor? Rektor-rektor Unila sebelumnya tak memakai jubir toh? tanyanya.

Daripada merusak nama baik Unila, rektor dan civitas akademika, alumni “Kampus Hijau”, ada baiknya Nanang Trenggonon mengundurkan diri saja sebagai jubir dan fokus mengajar dan menjadi guru besar, tandas Rakhmat Husein DC.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here