Maklumat MUI Lampung Terkait Salat Jumat

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung mengeluarkan maklumat tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi wabah Covid-19.


Maklumat No B-012/DP.P-IX/III/2020, tertanggal 26 Maret
2020 tersebut, ditandatangani Ketua Umum MUI Provinsi Lampung Dr. KH.
Khairuddin Tahmid, MH dan Sekretaris Umum Dr. KH. Basyaruddin Maisir, AM.

Berdasarkan isi maklumat tentang penyelenggaraan Salat
Jumat (Iqomah al-JumuÔÇÖah )
kabupaten/kota atau daerah dalam wilayahnya seperti kelurahan, pekon, desak
Kampung atau lingkungan yang masih dinyatakan aman/bukan zona merah dari
penyebaran virus corona oleh pemerintah setempat, maka tetap menyelenggarakan
salat Jumat disertai upaya-upaya pencegahan sesuai ketentuan atau protokol yang
ditetapkan pemerintah.

"Sedangkan, kabupaten/kota atau daerah dalam wilayahnya
seperti kelurahan, pekon, desa, kampung atau lingkungan yang telah dinyatakan
masuk zona merah penyebaran virus corona oleh pemerintah setempat sehingga
terjadi kekhawatiran masyarakat akan penyebaran virus tersebut, maka tidak
boleh menyelenggarakan salat Jumat sampai dinyatakan aman," jelas Khairuddin.

Lanjutnya, orang sehat atau orang tanpa gejala (OTG)
wajib salat Jumat dan orang dalam pemantauan (ODP) tidak wajib dan dianjurkan
tidak menghadiri salat Jumat.

"Pasien dalam pengawasan (PDP) haram menghadiri
salat Jumat, orang yang positif terpapar virus corona haram menghadiri salat
Jumat, dan orang yang tidak diwajibkan salat Jumat tetap wajib melaksanakan
salat dzuhur di rumah masing-masing," jelasnya.

Ia juga menyarankan Takmir masjid melibatkan ulama, tokoh
dan pemerintah setempat dalam penyelenggaraan salat Jumat.

"Takmir masjid juga melakukan usaha dengan
sungguh-sungguh untuk mengikuti ketentuan atau protokol pencegahan virus corona
yang ditetapkan pemerintah," demikian Khairuddin.