23.3 C
Bandar Lampung
Sabtu 6 Juni, 2020 02:19 WIB
Beranda DAERAH Makam Pasien 02 Covid-19 Terkesan Kurang Sempurna

Makam Pasien 02 Covid-19 Terkesan Kurang Sempurna

Warga cemas dengan kondisi makam pasien covid-19 yang meninggal pertama di Lampung. Pemakanannya terkesan kurang sempurna.

Pemerintah sepertinya tak maksimal menangani pemakaman korban covid-19, kata  M. Ilyas, advokat dan aktivis kepada Kantor Berita RMOLLampung, Jumat (3/4).

Warga aksi tolak jika ada pemakaman kembali pasien covid-19/RMOLLampung

Lewat drone, warga memantau kondisi makam yang sedikit ambles di Perkemahan Kotabaru, Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan.

Selain ambles, karena ketidaktahuan, anak-anak masih menjadikan kawasan tersebut area bermain mereka dan tempat warga mencari pakan ternaknya.

Muhamad Ilyas/Ist

Ada warga malah membawa tali tambang yang tertinggal ke rumahnya dari lokasi pemakaman, ujar Ilyas dari Perkumpulan Advocaten Indonesia (PAI) Lampung.

“Bagaimana jika tambang tersebut terkontaminasi,” katanya.

Dia melihat tak ada tanda-tanda pengamanannya.

“Saya selaku pendamping warga menyesalkan terkesan asal-asalannya pemakaman pasien covid-19,” kata Ilyas saat aksi warga menolak pemakaman lagi.

Maryamo/RMOLLampung

Maryono, kaur Pemerintahan Desa Purwotani, Kecamatan Jatiagung mengatakan telah berusaha menjelaskan kepada warga sudah baiknya pemakaman.

Namun, warga tetap menolak jika ada pemakaman kembali pasien positif covid-19. Mereka spontan aksi menolak ketika ada penggalian liang kubur lagi.

Purbani, salah seorang warga yang tinggal sekitar 500-an meter dari lokasi pemakaman menolak adanya pemakamam kembali di Kotabaru.

Dia bersama warga lainnya spontan aksi menolak adanya pemakaman lagi saat eskavator menggali dua lubang lagi sekitar makam pasien 02 covid-19.

Sebelumnya, warga merasa kecolongan atas pemakaman yang meninggal sebelumnya di RSUD Abdul Moeloek, Selasa (31/3), MISF (35), warga Kotabaru merasa kecolongan.

“Saya sudah jelaskan kepada warga, pemakaman tidak berbahaya. Namun, mereka bilang jika aman kenapa tidak dekat rumahnya,” ujar Maryono.

Warga berkerumun menolak pemakaman selanjutnya covid-19 di Kotabaru/RMOLLampung

Maryono, kaur Pemerintahan Desa Purwotani, Kecamatan Jatiagung kepada Kantor Berita RMOLLampung kewalahan meredam kemarahan warga.

MISF baru bisa dimakamkan sehari setelah meninggal dunia akibat adanya penolakan warga Kelurahan Batuputu, Kecamatan Telukbetung Barat, Kota Bandarlampung, Senin (30/2).

 

 

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Ekonom UI: Omnibus Law RUU Ciptaker Bagian Pendekatan Institusi Pasca Covid-19

Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja adalah bagian dari pendekatan institusional yang perlu dilakukan pasca pandemi Covid-19. Demikian pandangan yang dikemukakan ekonom dari...

Riset: Virus Corona Serang Kekebalan Tubuh, Seperti HIV?

Peneliti dari Shanghai dan New York menemukan jika virus corona yang menyebabkan Covid-19 dapat membunuh sel-sel kekebalan tubuh. Padahal sel-sel kekebalan inilah yang seharusnya membunuh...

Bukan Cuma Ojol Butuh Bantuan, Banyak Pekerja Lain Terdampak Pandemik Covid-19

Pemerintah seharusnya lebih objektif dan adil menyalurkan bantuan terhadap pekerja yang terdampak akibat kebijakan penanganan pandemik Covid-19. Tidak hanya ojek online saja yang seharusnya diperhatikan,...

AS: China Harus Terus Terang, Virus Corona Dari Lab Virologi Di Wuhan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berusaha mencari bukti kemungkinan virus corona baru atau SARS-CoV-2 berasal dari laboratorium virologi di Wuhan, China. Seperti dilansir Kantor Berita...
Translate »