Main Gerebek, Camat Dan Lurah Sukamenanti Dipanggil Panwaslu Kedaton

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Kedaton memanggil dan meminta keterangan Camat Kedaton Febriana dan Lurah Sukamenanti Yudis terkait dugaan pelanggaran etika Panwaslu Kelurahan setempat yang bernama Fitri, pada Selasa (15/9).


Suami Fitri, merupakan tim salah satu bacalon wali kota Bandarlampung untuk membagikan sembako.

Ketua Panwaslu Kecamatan Kedaton, Firdaus, mengatakan pihaknya meminta klarifikasi camat dan lurah atas penggerebekan yang dilakukan di kediaman Fitri, Minggu (13/9).

"Kita mintai keterangan terkait adanya temuan di salah satu kediaman Panwaslu Kelurahan ada sembako. Dan benar seperti itu, secara etika, ketika barang itu ada di rumahnya, itu memang tidak boleh," kata Firdaus.

Firdaus menyayangkan tindakan camat dan lurah bersama Satuan Linmas yang melakukan penggerebekan ke rumah Panwaslu Kelurahan Sukamenanti tersebut.

Apalagi Febriana datang dengan menggunakan mobil dinasnya.

Menurutnya, seharusnya aparat pemerintah dapat berkoordinasi dengan panwaslu setempat.

"Karena bagaimanapun yang mengawasi ini kan bukan Panwaslu saja. Seluruh masyarakat bisa mengawasi, cuma harus berkoordinasi dulu, apalagi ketika orang yang melanggar ini bagian dari orang kita sendiri. Kita menyayangkan itu saja," ujarnya.

Hasil klarifikasi ini akan disampaikan kepada Bawaslu Bandarlampung, lantaran persoalan kode etik ASN bukan ranahnya, kata Firdaus.

"Terlepas itu pelanggaran atau tidak, perkara ini kita limpahkan ke Bawaslu Bandarlampung besok karena keputusan pelanggaran kode etik ASN ini kan bukan ranah Panwascam. Kami hanya memintai keterangan," pungkasnya.