Mahasiswa Unila Serukan Aksi Media #UNILAPHP di Twitter dan Instagram

Presiden Mahasiswa Unila Irfan Fauzi Rachman mengatakan aksi ini langkah setelah tak ada titik temu membahas permasalaham mahasiswa pada rapat terbuka bersama rektor.





"Rapat terbuka yang seharusnya dihadiri rektor, namun hanya dihadiri oleh Warek 2 dan 3. Diskusi tersebut juga tidak memperoleh titik temu, sehingga kami membuat seruan ini," kata Irfan.





Lanjutnya, tujuan aksi ini untuk membuat tuntutan mahasiswa didengar oleh birokasi kampus, dan mendapatkan tindakan secepatnya.





"Aksinya ini hanya dilakukan di Twitter dan Instagram karena official Unila hanya Twitter dan Instagram," jelasnya.





Dalam aksi media ini, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) mendesak Rektor Unila segera mengeluarkan kebijakan subsidi kuota per bulan bagi seluruh masyarakat Unila.





"Terhitung dari bulan Maret sejak SE perkuliahan daring diterbitkan hingga semester genap berakhir pada Juni 2020," ujarnya.





Selain itu, dia mendesak Rektor melakukan peninjauan perubahan UKT dengan memperhatikan aspek ekonomi keluarga mahasiswa.





"Kebijakan perubahan UKT tersebut berupa pembebasan sementara, pengurangan, pergeseran klaster, pembayaran meng-ansur, dan penundaan pembayaran UKT," jelasnya.





Lanjutnya, menuntut Rektor untuk menerbitkan peraturan rektor tentang perkuliahan daring dengan melibatkan seluruh civitas akademika Unila.