23.8 C
Bandar Lampung
Jumat 5 Juni, 2020 23:50 WIB
Beranda KAMPUS Mahasiswa Unila Pasang Spanduk Dan Bawa Keranda Ke Ruang Rektor

Mahasiswa Unila Pasang Spanduk Dan Bawa Keranda Ke Ruang Rektor

RMOLLampung. Para mahasiswa memasang spanduk dan membawa keranda ke ruang Rektor Universitas Lampung (Unila) hingga Kamis malam (4/10). Mereka menduduki ruang rektor sejak Selasa (2/10).

Para mahasiswa yang bergabung dalam Aliansi Gerakan Unila Berdaulat bermalam di Ruang Rektor Prof. Hasriadi Mat Akin hingga tanpa batas waktu. Para mahasiswa juga memenuhi teras Gedung Rektorat.

Kami sudah deklarasikan tadi bersama ketua-ketua BEM yang tergabung dalam aliansi akan menjadikan rektorat sebagai rumah mahasiswa sampai tuntutan dipenuhi,” kata Jenderal Aliansi Gerakan Unila Berdaulat M Fauzul Adzim.

Kamis (4/10), dialog antara mahasiswa dengan pihak rektorat masih belum memuaskan para mahasiswa. Ada dua poin dari enam poin tuntan mahasiswa yang belum dipenuhi pihak rektorat.

“Dari enam tuntutan kami, ada dua lagi yang belum dipenuhi pihak rektorat,” ujar Jenderal Aliansi Gerakan Unila Berdaulat M Fauzul Adzim kepada Kantor Berita RMOLL di Ruang Rektor, pukul 20.14 WIB.

Kedua tuntutan, pertama yang belum dipenuhi adalah pencopotan PR III Prof. Dr. Kharomani karena melakukan upaya politisasi kampus dengan melakukan motif politik praktis yang mencoreng marwah demokrasi.

Kedua pencopotan jabatan Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kerjasama dan Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Teknik Unila yang telah diskriminatif dan penyimpang dari tugas dan wewenangnya.

“Rapat Rancangan Peraturan Rektor tentang Organisasi Kemahasiswaan hanya melibatkan elemen mahasiswa lain, BEM universitas maupun fakultas tidak dilibatkan membahas aturan terhadap mahasiswa,” ujar M Fauzul Adzim.

Empat tuntutan mahasiswa yang telah dipenuhi Rektor Prof. Hasriadi Mat Akin adalah (1). Pencabutan Peraturan Rektor No.3 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemberian Penghargaan dan Sanksi kepada Mahasiswa Universitas Lampung.

(2). Penghentian Rancangan Peraturan Rektor tentang Organisasi Kemahasiswaan yang dinilai mahasiswa sebagai kooptasi dan pengkebirian pemerintahan terhadap nahasiswa.

(3). Mengembalikan kondisi seperti semula dengan menghormati Konstitusi KBM Unila.

(4). Menghentikan segala bentuk ancaman-ancaman terhadap mahasiswa dalam bentuk skorsing dan drop out dalam berekspresi, menyampaikan aspirasi dan mengembangkan diri di organisasi kemahasiswaan. [hms]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Bantuan PKH Dan BPNT Di Pekon Sukaraja Semaka Carut Marut

 Carut marut terjadi dalam penyaluran Bantuan Kesejahteraan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)...

Tak Ada Yang Gratis, Rapid Test Pelaku Perjalanan Dinas Dibayari Pemerintah

 Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, membenarkan rapid test harus bayar Rp 350 ribu. Ia...

Rapid Test Di Diskes Lampung Bayar Rp 350 Ribu

 Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Cabang Lampung yang juga wali santri, mengeluhkan biaya rapid test yang terlalu...

Gempa Tektonik 4,9 SR Di Lepas Pantai Kabupaten Pesisir Barat

Gempa tektonik berkekuatan 4,9 scala richter (SR) menggetarkan Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung,Jumat (5/6), pukul 11.04 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),...
Translate »