RMOLLampung. Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) resah. Mereka merasa pihak rektorat telah diskriminatif terhadap mahasiswa dan melakukan upaya politisasi di kampus.

Dua ribu lebih mahasiswa menyampaikan protesnya ke Gedung Rektorat, Selasa (2/10). Puluhan perwakilan para mahasiswa sempat membaca ayat Alquran bersama di Ruang Rektor Unila.

Mereka minta rektor mencopot Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. DR Kharomani, pergantian wakil dekan Bidang Akademik-Kerjasama serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan-Alumni Fakultas Teknik Unila.

Meski dihadiri ribuan mahasiswa, aksi yang dipimpin Jenderal Aliansi Gerakan Mahasiswa Unila Berdaulat, Muhammad Fauzil Adzin, berlangsung tertib. Mereka juga membawa poster bertuliskan tuntutannya.

Jenderal Aliansi Gerakan Mahasiswa Unila Berdaulat, Muhammad Fauzul Adzim, mengatakan tidak menginginkan adanya politik praktis did alam kampus. “Kami juga menolak aturan yang mengancam mahasiswa,” ujarnya.

Permintaan pertama mereka, Rektor Unila Prof Dr Ir Hasriadi Mata Akin, MS mencabut Peraturan Rektor No.3 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemberian Penghargaan dan Sanksi kepada Mahasiswa Universitas Lampung.

Kedua, penghentian Rancangan Peraturan Rektor tentang Organisasi Kemahasiswaan yang dinilai mahasiswa sebagai kooptasi dan pengkebirian pemerintahan terhadap nahasiswa.

Ketiga, mengembalikan kondisi seperti semula dengan menghormati Konstitusi KBM Unila.

Keempat, menghentikan segala bentuk ancaman-ancaman terhadap mahasiswa dalam bentuk skorsing dan drop out dalam berekspresi, menyampaikan aspirasi dan mengembangkan diri di organisasi kemahasiswaan.

Kelima, menghentikan segala upaya politisasi kampus Universitas Lampung dari segala bentuk motif politik praktis yang mencoreng marwah demokrasi.

Keenam, copot jabatan Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kerjasama dan Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Teknik Universitas Lampung yang telah melakukan tindakan diskriminatif kepada mahasiswa dan penyimpangan tugas dan kewenangannya.

Adapun rute aksi kata Fauzul, ada di seputaran kampus menuju Rektorat. Seluruh mahasiswa dari fakultas ke Rektorat,” ucapnya.

Selain itu, para mahasiswa menolak pemberlakuan jam malam di kampus, menolak akhir pekan kampus tak bisa digunakan kegiatan, menolak pengambilalihan pemerintahan kampus oleh rektorat.

Mereka juga menolak segala peraturan yang merugikan mahasiswa baru dan menolak segala bentuk ancaman kepada mahasiswa oleh pihak rektorat.

Warek III Karomani menyetujui beberapa hal. Namun dirinya enggan menandatangani tuntutan karena menilai beberapa tuntutan yang disampaikan bukan kewenangannya.

Tuntutan yang ditolak Karomani, yaitu melepas jabatan Wakil Dekan I dan Wakil Dekan III Fakultas Teknik, dan mencopot Jabatan Wakil Rektor III. Ini kewenangan Senat Unila,” katanya.

“Kalau mencopot sepatu, saya bisa lakukan sendiri,” katanya. [hms]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here