Kemampuan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung (UBL) dalam praktik persidangan mendapat pengakuan di tingkat nasional. Tim Moot Court Community (MCC) FH UBL meraih Juara III dan penghargaan Penuntut Umum Terbaik dalam National Moot Court Competition (NMCC) Piala Mutiara Djokosoetono XI di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI).
Kompetisi yang diselenggarakan LaSALe FH UI pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 itu diikuti delegasi mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pada edisi ke-11 ini, peserta ditantang mengangkat tema penanggulangan tindak pidana lingkungan.
Dua penghargaan yang dibawa pulang MCC FH UBL menunjukkan kemampuan tim dalam menguasai hukum acara pidana, menyusun argumentasi hukum, hingga menjalankan peran dalam proses persidangan simulasi.
Penghargaan Penuntut Umum Terbaik secara khusus menjadi capaian tersendiri. Peran tersebut menuntut peserta mampu menyusun dakwaan, mengembangkan argumentasi, menghadirkan pembuktian, serta merancang strategi penuntutan secara sistematis.
Rektor UBL, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, M.B.A., mengapresiasi capaian mahasiswa tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu memperlihatkan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi perlu diimbangi dengan pengalaman praktik agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya.
"Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UBL tidak hanya mampu menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan profesional untuk menerapkan ilmunya dalam praktik. Kami terus mendorong mahasiswa mengembangkan potensi, kompetensi, dan karakter agar mampu bersaing serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," ujar Yusuf Barusman.
Ia mengatakan, capaian tersebut sejalan dengan penguatan Talent and Career Ecosystem yang dikembangkan UBL. Program itu diarahkan untuk mengintegrasikan pembelajaran akademik, pengembangan talenta, pengalaman praktik, dan kesiapan mahasiswa memasuki dunia profesi.
Melalui kompetisi dan pembelajaran berbasis praktik, mahasiswa juga mendapat ruang untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, komunikasi, serta kerja sama tim.
Pembina MCC UBL, Suta Ramadhan, S.H., M.H., menyebut prestasi di FH UI tersebut melanjutkan rekam jejak tim dalam kompetisi peradilan semu.
Pada Januari 2019, MCC FH UBL pernah meraih Juara III Kompetisi Peradilan Semu se-Sumatera di Palembang. Sebulan kemudian, tim kembali meraih Juara II dalam kompetisi peradilan semu nasional memperebutkan Piala Menteri Hukum dan HAM RI.
NMCC Piala Mutiara Djokosoetono sendiri merupakan salah satu kompetisi peradilan semu nasional yang telah diselenggarakan sejak 2000. Setelah terakhir digelar pada 2018, kompetisi tersebut kembali hadir melalui penyelenggaraan edisi ke-11.
Capaian terbaru MCC FH UBL diharapkan mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan akademik dan keterampilan praktik. Prestasi tersebut sekaligus membawa nama perguruan tinggi asal Lampung dalam persaingan kompetisi hukum di tingkat nasional. 
