23.3 C
Bandar Lampung
Sabtu 6 Juni, 2020 02:11 WIB
Beranda FOOTNOTE Lolos Corona, Pemda Dirasakan Kehadirannya Oleh Pasien

Lolos Corona, Pemda Dirasakan Kehadirannya Oleh Pasien

Kehadiran pemerintah daerah sangat dibutuhkan warga saat pendemi virus corona. Seorang warga Surabaya menceritakan pengalamannya lolos dari wabah tersebut.

Dilansir dari Kantor Berita RMOLJatim, Minggu (29/3), Kantor Berita RMOLLampung turut menurunkan kisah seorang warga lolos dari virus yang jadi momok dunia itu di Surabaya.

Christina, satu dari enam warga Kota Surabaya yang positif terjangkit covid-19 itu merasakan betul kehadiran pemerintah daerahnya.

Christina

Dia mengucapkan terimakasih kepada pemerintah daerahnya atas perawatan terhadap dirinya.

Bahkan, katanya, pemerintah daerahnya memberikan perhatian khusus dengan cara memberikan vitamin, suplemen, dan makanan sehat lainnya.

Bahkan, selama sakit, Pemkot Surabaya memperhatikan suami dan anak.

“Terima kasih sekali kepada Bu Risma dan jajarannya atas apa yang sudah saya terima,” katanya.

Dia merasakan sendiri bagaimana pemimpinnya memberi kejelasan terhadap bawahan dan bawahan menjalankan tugasnya.

Christina berharap warga Kota Surabaya juga dapat mematuhi aturan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Terlebih, dia sebagai mantan pasien Covid-19 sudah merasakan betapa sakitnya melawan virus tersebut.

“Peraturan pemerintah itu harus didengar. Ini bukan penyakit atau virus biasa,” katanya.

Untuk anak muda, tak usah lagi keluar kalau sekadar nongkrong. “Kita batasi interaksi,” ujarnya setelah dirawat dua pekan.

Christina menceritakan kronologis hingga sembuh.

Kala itu, sekitar awal bulan Maret 2020, Christina mulai merasakan perubahan pada kondisi tubuhnya.

Mulanya demam tinggi, lalu disusul badan terasa patah-patah dan kehilangan nafsu makan.

Tepat 9 Maret, Christina memeriksakan kondisinya di Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya.

“Beberapa hari saya dirawat di RS Mitra Keluarga. Waktu itu nafas saya sudah lemas. Dada kanan warnanya abu-abu sudah bisa sembuh karena terapi. Lalu yang kiri memburuk berbentuk embun dan menutup-nutup,” kata Christina dalam siaran pers yang diterima Kantor Berita RMOLJatim, Sabtu (28/3).

Ia menjelaskan, pada tanggal 11 Maret dia dibawa ke RSU Unair untuk dilakukan swab tenggorokan dan hidung.

Pada saat yang bersamaan, RS Mitra Keluarga sudah mengosongkan pasien.

Kemudian, esok harinya, Christina dilarikan ke RSUD dr Soetomo dan langsung masuk dalam ruang isolasi khusus.

“Saya tahu saat dimasukkan ke ruang isolasi khusus. Dengan kondisi lemas bernafas pun sudah tidak sampai, oksigen tidak maksimal. Saya sendiri di ruang khusus itu bersama alat medis,” ungkapnya.

Selama perawatan super intensif di ruang isolasi khusus itu berlangsung, ibu dua anak ini tidak mengetahui kalau ia tengah mengidap penyakit yang kini mewabah di berbagai belahan dunia.

Bahkan, yang dia tahu dokter hanya menyampaikan bahwa kondisi pasien harus sembuh, harus kuat dan tidak putus dalam berdoa.

“Ibu harus sembuh, ibu sehat, karena hanya ibu yang bisa membantu diri ibu sendiri, imun ibu yang membentengi ibu sendiri. Itu kata dokter pada saya. Tidak pernah sama sekali dokter dan perawat bilang pada saya tentang virus,” urainya.

Menurut dia, selama beberapa hari dirawat di ruang isolasi merupakan hari paling berat yang pernah dilewati. Setelah keluar dari ruang isolasi khusus penuh peralatan medis, Christina harus menjalani tahap berikutnya, yakni masuk ke ruang isolasi tanpa peralatan.

“Itu lima hari yang luar biasa berat. Saya merasakan betapa sakitnya. Dokter terus mendukung saya, ibu tidak apa-apa jalan pelan-pelan selangkah dulu dan pakai oksigennya. Lalu setelah itu saya dimasukkan ke ruang yang tidak ada peralatan lagi masih di ruang isolasi juga,” paparnya.

Setelah hari kedelapan di rawat di RSUD dr Soetomo, akhirnya dia dapat bertemu dengan sang suami. Pada kesempatan itu, dokter menyampaikan bahwa kondisi Christina sudah resmi negatif Covid-19.

“Dokter bilang itu pada suami saya kalau saya sudah kembali sehat. Saya dinyatakan negatif Covid-19,” tegasnya.

Meskipun saat ini Christina sudah kembali ke rumah, ia tetap harus membatasi kegiatannya sembari menjaga pola hidup agar tetap sehat.

Pemkot Surabaya terus memantau kondisi pasien yang sudah sembuh itu melalui puskesmas terdekat dan terus memberikan vitamin, suplemen dan makanan sehat.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Bantuan PKH Dan BPNT Di Pekon Sukaraja Semaka Carut Marut

 Carut marut terjadi dalam penyaluran Bantuan Kesejahteraan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)...

Tak Ada Yang Gratis, Rapid Test Pelaku Perjalanan Dinas Dibayari Pemerintah

 Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, membenarkan rapid test harus bayar Rp 350 ribu. Ia...

Rapid Test Di Diskes Lampung Bayar Rp 350 Ribu

 Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Cabang Lampung yang juga wali santri, mengeluhkan biaya rapid test yang terlalu...

Gempa Tektonik 4,9 SR Di Lepas Pantai Kabupaten Pesisir Barat

Gempa tektonik berkekuatan 4,9 scala richter (SR) menggetarkan Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung,Jumat (5/6), pukul 11.04 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),...
Translate »