Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendukung pengembangan Loka Alba di kawasan Masjid Raya Al-Bakrie, Bandar Lampung, yang akan menjadi pusat kuliner dan oleh-oleh khas Lampung dengan menyediakan 72 tenan bagi pelaku usaha.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mengatakan, kehadiran Loka Alba diharapkan dapat memperluas akses pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus meningkatkan daya tarik wisata dan perekonomian masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Marindo dalam Rapat Pembahasan Tindak Lanjut Rencana Pengelolaan Loka Alba Masjid Raya Al-Bakrie Lampung, Jumat 6 November 2026.
"Kita telah sepakat bahwa Masjid Al-Bakrie menjadi ikon kebanggaan masyarakat Lampung. Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga diharapkan menjadi pusat peradaban Islam, sarana edukasi, dan penyebarluasan nilai-nilai Islam," ujar Marindo.
Menurutnya, pengembangan Loka Alba yang terintegrasi dengan kawasan Masjid Raya Al-Bakrie dan Lapangan Saburai dapat menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk beraktivitas, sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM lokal.
Karena itu, Marindo meminta Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung berkoordinasi dengan pengelola Loka Alba untuk memastikan produk-produk UMKM daerah mendapat kesempatan dipasarkan di kawasan tersebut.
Selain penguatan sektor ekonomi, Pemprov Lampung juga menaruh perhatian terhadap penataan kawasan, khususnya pengaturan lalu lintas, parkir, dan pedagang kaki lima.
Marindo meminta Dinas Perhubungan Provinsi Lampung berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas.
Sementara Satpol PP Provinsi Lampung dan Kota Bandar Lampung diminta bersinergi dalam menjaga ketertiban kawasan agar aktivitas masyarakat berjalan nyaman.
Ia juga mengapresiasi konsep pengembangan Loka Alba yang tidak hanya mengedepankan kegiatan ekonomi, tetapi turut menghadirkan aktivitas keagamaan, termasuk kajian Islam bagi generasi muda.
"Anak-anak muda bisa berkumpul, menikmati kuliner, dan beraktivitas, tetapi tetap ada kegiatan kajian serta syiar Islam. Ini merupakan pendekatan yang baik untuk mendakwahkan Islam dengan cara yang relevan dengan perkembangan zaman," ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan Masjid Raya Al-Bakrie Lampung Rizky menjelaskan, Loka Alba direncanakan memiliki 72 tenan yang akan dikelola dengan melibatkan operator Siger Foodies.
Dari jumlah tersebut, sebanyak lima tenan dialokasikan untuk Pemprov Lampung, lima tenan untuk Pemerintah Kota Bandar Lampung, dua tenan dikelola pihak masjid, dan 60 tenan berada dalam pengelolaan Siger Foodies.
Pengelola juga membuka peluang penyesuaian alokasi tenan sesuai kebutuhan pemerintah daerah, dengan tetap mengutamakan kurasi produk UMKM lokal.
Rizky menyampaikan, Loka Alba ditargetkan mulai beroperasi melalui soft opening pada 27 November 2026.
Selain pusat kuliner dan oleh-oleh, kawasan tersebut akan terintegrasi dengan Lapangan Saburai yang direncanakan menjadi pusat olahraga, ruang terbuka hijau, area parkir, serta tempat kegiatan komunitas dan masyarakat.
Adapun proses penataan dan revitalisasi Lapangan Saburai diperkirakan membutuhkan waktu sekitar empat bulan.
Pengembangan kawasan tersebut diharapkan dapat memperluas peluang usaha bagi UMKM Lampung sekaligus menghadirkan ruang publik yang memadukan aktivitas ekonomi, sosial, olahraga, dan keagamaan. 
