24.4 C
Bandar Lampung
Jumat 10 Juli, 2020 08:15 WIB
Beranda PERISTIWA LBH Bandarlampung Kritik Cara Penangkapan Nelayan Lamtim

LBH Bandarlampung Kritik Cara Penangkapan Nelayan Lamtim

Direktur LBH Bandarlampung Chandra Muliawan, SH, MH, CLA mengkritik cara penangkapan aparat kepolisian terhadap seorang nelayan pascapembakaran oleh massa kapal penyedot pasir laut Kabupaten Lampung Timur.

Aparat kepolisian yang kemudian baru diketahui dari Tekab 308 Polres Lampung Timur bersenjata api laras panjang membawa Aprizal (SAF) untuk diperiksa di Polres Lampung Timur.

Menurut Chandra, alasan penangkapan atau syarat penangkapan dalam Pasal 17 KUHAP, ada dua, yakni (1)  Seorang yang diduga keras melakukan tindak pidana dan (2) Dugaan yang kuat itu didasarkan pada bukti permulaan yang cukup.

Selain itu, penangkapan tidak bisa dilakukan secara sewenang-wenang. Harus disertai surat perintah penangkapan, katanya.

Kemudian, setelah seseorang ditangkap, Candra mengatakan berhak (1). Menghubungi dan didampingi oleh seorang penasehat hukum/pengacara;

(2). Segera diperiksa oleh penyidik dan selanjutnya dapat diajukan kepada penuntut umum;

(3). Minta untuk dilepaskan setelah lewat dari 1 X 24 jam;

(5). Diperiksa tanpa tekanan seperti ; intimidasi, ditaku-takuti dan disiksa secara fisik.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad/Net

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad yang menjelaskan bahwa tim bersenjata itu adalah Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Lampung Timur.

Tim tersebut memang dilengkapi senjata api laras pendek dan panjang, ujar Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad kepada Kantor Berita RMOLLampung, Sabtu (14/3).

Namun, saat mengamankan SAF, senjata api laras panjang V2 Pindad dalam posisi pasif, tidak dalam posisi larasnya ke arah atau ditodongkan ke SAF.

Massa membakar kapal penyedot pasir yag berada di perairan tangkapan mereka dekat Pulau Sekopong/RMOLLampung

Sebelum pengamanan, Katim Tekab 308 Polres Lampung Timur melakukan komunikasi agar SAF secara sukarela  bersedia dimintai keterangan di Polres Lampung Timur.

Petugas membawa SAF disaksikan istri,  tiga anaknya, serta ibunya.

Tekab 308 Pokres Lampung Timur membawa nelayan dari Desa Margasari, Kuala Penat, Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Kamis (12/3), pukul 17.45 WIB.

Wahyu, kepala Desa Margasari, mengatakan berdasarkan keterangan istri SAF,  dibawa dari jalan di Desa Mendala Sari, Matarambaru, Kabupaten Lampung Timur.

Para nelayan menuntut pembebasan SAF/Ist mp KO

Saat itu, SAF bersama keluarganya naik mobil pribadi hendak hendak merayakan ulang tahun anaknya keluar desa mereka.

Orang-orang bersenjata yang belum diketahui identitasnya lalu membawa SAF pakai mobil mereka.

Seorang aparat kepolisian yang mengemudikan kendaraan keluarga SAF ke Mapolsek Labuhan Maringgai.

Wahyu menjemput istri dan anak SAF ke Mapolsek Labuhan Maringgai.

Diduga, SAF dibawa paksa terkait pembakaran kapal penambang pasir laut di perairan Pulau Sekopong, Kabupaten Lampung Timur, Jumat (7/3).

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Buntut Pembakaran Kapal Penyedot Pasir, Nelayan Aksi Pembebasan Rekan Mereka

Keluarga para nelayan kembali aksi menuntut pemulangan rekan mereka yang ditangkap Tekab 308 Polres Lampung Timur pascapembakaran kapal penyedot pasir laut dekat Pulau Sekopong,...

Warga Aksi Pertanyakan Keberpihakan Arinal Pada Nelayan Lamtim

Keluarga para nelayan mempertanyakan keberpihakan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi terhadap nasib nelayan yang resah sejak berkeliarannya kapal penyedot pasir di perairan tangkapan mereka dekat...

Cegah Covit-19 Masuk Lampung, LBH Usulkan Enam Langkah Ke Pemprov Lampung

LBH Kota Bandarlampung menuntut Pemprov Lampung dan instansi-instansi terkait serius mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19). Pemprov Lampung beserta jajarannya harus lebih intensif mengantisipasi masuknya virus...

Polda: Sesuai Prosedur, Nelayan Lamtim Yang “Dibawa” Tekab 308

Misteri sekelompok orang bersenjata api yang membawa Afrizal (SAF) pascapembakaran kapal penyedot pasir laut Kabupaten Lampung (Lamtim) akhirnya terkuak. Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol...
Translate »