23.8 C
Bandar Lampung
Minggu 31 Mei, 2020 03:54 WIB
Beranda PELABUHAN PANJANG Lampu Kuning, Perdagangan Domestik Anjlok 26 Persen Lewat Pelabuhan Panjang

Lampu Kuning, Perdagangan Domestik Anjlok 26 Persen Lewat Pelabuhan Panjang

Trafik perdagangan antarpulau lampu kuning. Yang lewat Pelabuhan Panjang, Kota Bandarlampung, kapal domestik yang singgah anjlok 26 persen.

General Manager PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Panjang Drajat Sulistyo menduga penurunan dibanding periode yang sama tahun lalu disebabkan melemahnya daya beli masyarakat.

Triwulan pertama ini adanya pandemi Covid-19 telah memukul langsung perdagangan domestik lewat pelabuhan, katanya kepada Kantor Berita RMOLLampung, Jumat (17/4).

GM IPC Panjang Drajat Sulistio terus memantau trafik perdagangan lewat pelabuhan yang dikelolanya/RMOLLampung

Ke depan, pendapat Drajat Sulistyo, jika tak segera diantisipasi pemerintah daerah dan pusat, transaksi perdagangan domestik bisa mengarah menurunya stok kebutuhan masyarakat.

“Kapal dalam negeri yang berkunjung pada triwulan pertama tahun ini cuma 331 kapal atau turun 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujarnya.

“>Drajat Sulistyo mengingatkan seluruh pemangku kepentingan daerah untuk mengantisipasi situasi domestik tersebut.

Drajat Sylistyo terus memantau trafik perdagangan nasional dan internasional/RMOLLampung

Pelabuhan merupakan pintu gerbang utama distribusi barang, terutama kebutuhan pokok, salah satu indikator ekonomi makro untuk daerah penyangganya.

Drajat  Sulistyo mengatakan, pihaknya selalu dan terus melaporkan setiap perkembangan aktivitas pelabuhan kepada stakeholder, terutama pemerintah daerah.

Bukan hanya Lampung, kata dia, Pelabuhan Panjang yang merupakan pintu logistik internasional menjadi buffer kepentingan distribusi Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel) dan sekitarnya.

Untuk perdagangan internasional, trafiknya malah meningkat dibandingkan triwulan pertama sebelumnya/RMOLLampung

“Pelabuhan dapat menjadi salah satu indikator untuk memprediksi keadaan pasar ke depan,” katanya.

Oleh karena itu, dia selalu melaporkan keadaan real time traffict distribusi, lengkap dengan jenis komoditasnya.

Harapannya, para pemangku daerah bisa mengantisipasi sehingga tidak terjadi kekurangan stok, terutama sembako, katanya.

PT Pelindo II Cabang Panjang merasa penting secara berkala merilis operasional pelabuhan mengingat kondisi terakhir dengan fenomena virus corona.

Menurut GM IPC Panjang itu, wabah corona yang telah merata hampir semua daerah dan membuat para pelaku usaha mengurangi produksinya.

Sebagai bagian dari yang bertugas menjaga rantai perdagangan, Drajat Sulistyo berpendapat penurunan ini merupakan lampu kuning bagi Pemprov Lampung.

Dia mengaku sudah menyampaikannya kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi turunya perdagangan domestik lewat Pelabuhan Panjang.

“Pemerintah daerah dan pusat perlu mengantisipasi agar tak makin anjlok,” ujarnya pada konferensi pers di Gedung IPC Panjang, Kota Bandarlampung.

Anjloknya perdangan antarprovinsi akibat adanya pademi Covid-19 merupakan indikator pula penurunan daya beli masyarakat.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Organisasi Pers Desak Kapekon Sukaraja Minta Maaf, Atau Mundur!

 Dugaan pelecehan terhadap media online oleh Boymin selaku Kepala Pekon (Kapekon) Sukaraja Kecamatan Semaka, menuai kecaman beberapa organisasi...

“Garang” Di Medsos, Abu Janda Tak Muncul Dipanggil Bareskrim

Permadi Arya atau Abu Janda mungkin hanya kelihatan garang di sosial media. Dipanggil Bareskrim Polri terkait ujaran kebencian dan penistaan agama, batang hidungnya tak...

Rumah Ibadah Boleh Dibuka Di Masa New Normal Versi Kemenag

 Rencana pemerintah pusat untuk mengembalikan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat kembali normal dalam bingkai tatanan kehidupan baru atau...

New Normal Atau Norma Baru?

Oleh Dr. Andi Desfiandi, SE,. MA PEMERINTAH merencanakan penerapan new normal atau "kenormalan baru", yakni "pelonggaran" daerah zona hijau dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Secara bertahap...
Translate »