25.6 C
Bandar Lampung
Selasa 14 Juli, 2020 10:22 WIB
Beranda Kudeta Boneka Cina
Array

Kudeta Boneka Cina

Oleh M. Rizal Fadillah*

BONI Hargens ditertawakan netizen gara-gara menyatakan bahwa ia mengantongi nama-nama tokoh oposisi yang akan melakukan kudeta. Kudeta artinya pengambilalihan kekuasaan secara paksa.

Ada netizen mengomentari bahwa oposisi tak mungkin kudeta yang terdengar justru orang sekitar kekuasaan yang berpikir menggusur Jokowi seperti saat Mega menggusur Gus Dur.

Sebagian lagi menyatakan sedang menunggu mundur sendiri, bukan kudeta.

Menurut Hargens, adanya kelompok yang disebutnya “Laskar Pengacau Negara” merencanakan kudeta dengan memanfaatkan situasi pandemi Covid-19.

Krisis ekonomi, isu perpecahan dan komunisme. Masalah Papua juga.

Isu kudeta selain tak menarik juga tak rasional. Tak ada sejarah kudeta selain agenda yang justru dilakukan PKI dan antek-antek komunis.

Paham kiri ini otaknya mesum dan penuh pikiran kudeta. Tahun 1965 tentara difitnah oleh PKI akan kudeta, padahal dirinya sendiri.

Boni salah tembak ke arah oposisi Jokowi.

Isu komunis mengemuka bukan “buat-buatan” akan tetapi sebagai reaksi dari gerakan kiri di masyarakat atau khususnya di DPR yang mulai menyusupkan ide dan paham komunis melalui RUU HIP.

Disinyalir, para penunggang ideologi Pancasila ini yang ingin membelokkan arah Pancasila.

Bersemangat menghapus Ketetapan MPRS tentang Pembubaran PKI, melarang PKI, dan larangan menyebarkan Komunisme/Marxisme-Leninisme.

Inilah gerakan kontemporer “kader-kader” komunis yang perlu diwaspadai itu.

Boni Hargens tidak bermutu berbicara agenda kudeta “Laskar Pengacau Negara” bila tak mampu melihat aksi “kader-kader” komunis di DPR itu.

Wajar jika orang bisa beranggapan bahwa Boni menjadi bagian dari pola maling teriak maling.

Isu kudeta untuk memproteksi Jokowi seperti ceritra sandiwara boneka. Ya, kudeta boneka. Karena yang faktual justru isu pemakzulan.

Pemberhentian presiden secara konstitusional. Presiden yang dinilai sudah tidak mampu lagi mengelola negara.

Pasal 7 A, UUD 1945 mengatur absahnya pemakzulan tersebut.

Bukan kudeta. Sejak periode awal Jokowi sudah dipertanyakan kapasitasnya. Di periode kedua pertanyaan itu muncul lebih besar lagi.

Pandemik Covid-19 menempatkan posisinya lebih berantakan. Ambyar.

Jahatnya Boni justru menuduh kelompok yang akan kudeta itu adalah yang dahulu ingin memenangkan Pilpres 2024, lalu HTI, kemudian barisan oportunis yang haus kekuasaan dan uang.

Sebaiknya jika ia sudah mengantongi nama-nama tokoh oposisi yang akan “mengkudeta Jokowi” sebut saja ke publik.

Jika benar nama-nama opisisi yang disebutkan Boni benar jaringan kudeta maka Hargens bisa jadi pahlawan, hero penyelanat bangsa dan negara.

Namun jika tidak, maka itu akan menjadi semburan fitnah ala komunis yang biasanya “asal tembak dan asal jeplak” demi jilatan pada penguasa.

Cerita kudeta boneka sedang dimainkan untuk membangun soliditas palsu. Cerita selalu berulang sebagaimana PKI menuduh adanya Dewan Jenderal yang akan mengkudeta Soekarno.

Padahal yang ada adalah gerakan PKI yang sedang menelikung dan memanfaatkan Soekarno.

Untung saja Kolonel Untung tidak beruntung. Si tukang fitnah PKI harus menanggung akibat dari perbuatannya sendiri.

PKI tak pernah kapok berkhianat sejak 1927, 1948, dan 1965. Kini baunya mulai menyengat.

Ia bergerilya di area kekuasaan. Berlindung pada ideologi Negara. Seolah ia bela habis-habisan Pancasila padahal sebenarnya ia ingin tendang jauh jauh. Hingga ke Ekasila.

Seperti biasa, anasir PKI pandai berpura-pura dalam bermain propaganda dan berstandar politik ganda.

Meski wajar namanya juga boneka.

Boneka China!

*Pemerhati politik dan kebangsaan.

EDITOR : herman bm

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Ini Pejabat Tersangka Jilid 2 Korupsi Di Dinas PUPR Lamsel

KPK dikabarkan telah menetapkan dua pejabat yang jadi tersangka kasus korupsi proyek infrastruktur "jilid dua" Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel). Keduanya adalah mantan kepala Dinas Pekerjaan...

Pejuang Bravo Lima Konsolidasi Kepengurusan Dan Kawal Jokowi-Maruf

Pejuang Bravo Lima (PBL) Lampung konsolidasi dalam rangka prakondisi pemantapan pelantikan kepengurusan periode 2019-2024. Acara berlangsung di Emerald Bistro, Emerald Hill Residence, Jl RE Martadinata, Kelurahan...

2.465 Penyelenggara Pilkada Waykanan Jalani Pemeriksaan Kesehatan

 Sebanyak 2.465 orang penyelenggara adhoc Pilkada termasuk seluruh Pimpinan dan staf KPU Waykanan menjalani pemeriksaan kesehatan, Senin (12/7).

Kursi Nasir-Naldi Sudah Cukup Berlayar Di Pilkada Pesawaran

Kursi dukungan terhadap pasangan M. Nasir dan Naldi Rinara S Rizal sudah cukup untuk berlayar mengikuti kontestasi Pilkada 2020 Kabupaten Pesawaran. Setelah sebelumnya mengantongi empat...
Translate »